nhk

Gm Dragbike 2014 Trenggalek: Bebek TU 4T 200 cc , Di Sana 7,420 Detik..!

 

 

Maniakmotor – Kembali ke FU yang menggunakan piston LHK. Dome atau puncak piston ini dibikin 1,5 mm, hasilnya adalah kompresi 13:1. Dengan perbandingan kompresi seperti itu diyakini torsinya adem di garis start hingga finish. Pokoknya kompresi adalah modal cabut-cabut motor. Mau dibikin cabut keras, sedang dan lembut sebagian besar boleh disetel dari kompresi.

Karenanya FU tersebut di Bebek 4T TU 200 cc di GM Drag Bike seri 5 yang pakai sirkuit Jl. Brigjen Soetran, Trenggalek, Jatim, Ahad 26 Oktober mencetak 7.420 detik. Jokinya Putra Bocil dari P2R Kete-Kete Top. “Motor sangat enak di garis start. Tenaganya juga nyambung terus. Maka saya tidak melakukan kesalahan,” kata Bocil yang lagi-lagi catatan waktu tersebut lebih tajam dari kelas yang sama di Senayan pada event berbeda di waktu bersamaan.

Menurut Antok si pawang motor tersebut, kompresi segitu pas dengan cara bawa Bocil. Si Bocil ini  minta agar tenaga bawahnya jangan terlalu galak. Sehingga enak menaklukkan sensor satu titik yang rutin dipakai di seri GM ini. Cocok juga dengan kem durasi 275o pada in dan out yang mengatur buka-tutup dobel klep diameter 24 mm masuk dan buang 22 mm.

Kompresi segitu butuh bobot yang lebih berat dari biasanya. Pemberat rotor alias magnet yang dibikin model kering itu dibikin  650 gram. Sedang bobot balancer kopling standart menyesuaikan berat badan Bocil yang hanya 40 kilo gram.

“Bikin motor harus sama dengan maunya joki, termasuk bobot mereka diperhitungkan sejak awal bikin mesin. Kompresi, kem, timing pengapian, porting sampai bobot magnet ada hubungan,” terang Itonk, sapaan akrabnya. Meski putaran awalnya biasa saja, toh mesin FU kelir merah ini powernya ngisi terus sejak 7.000 rpm  hingga puncak limiter yang diset 15 ribu rpm.

Tak mudah buat Bocil keluar sebagai pemenang dengan 7,420 detik tadi. Ia dapat perlawanan dari  F. Tumi (P2R Kaisar Zer) dan joki tuan rumah Adi Plenthis (Pemuda Pancasila Trenggalek). Belum lagi ada Chaca CC (DKMS BJG Fashiko) yang berhasil mencetak 7,479 detik dan Dharma Phuki (SJRT Uye-Uye) yang berlari 7,517 detik.

Fua nama disebut belakangan masih asing. Tapi ke depan bisa jadi ancaman buat para seniornya. Tuh buktinya mereka mampu merebut podium 2 dan 3, menggeser posisi Plenthis (7,519 detik) dan F.Tumi (7,546 detik). Dengan kata lain Plenthis dan Tumi harus puas ke 4 dan 5. GS

BACA JUGA

Hasil GM Drag Bike Trenggalek, Jatim 26 Oktober 2014

GM Drag Bike 2014: Di Trenggalek, Jatim Bebek TU 130 cc 4T 8.094 Detik, Di Senayan 8.2 Detik

Drag Bike 2014 Senayan Seri-4 PEDB: Edan… Best Time Ninja 155 TU 7.1 Detik, FFA Cuma 7.2 Detik

Drag Bike 2014 Senayan Seri 4 PEDB: Jebir Kampiun Sport 155 Rangka STD, 7.6 Detik..!

Drag Bike 2014 Senayan Seri-4 PEDB: Joki Nafsuan…!

BAGIKAN