nhk

Grasstrack 2014 Semarang: Bebek Standart Open, Rizky HK Vs Lontar Mardianto!

 

ManiakMotor – Rizky HK (Wonosobo) dari tim Rehebot HK 88 Jaton, sakses mendominasi di  grand final Norifumi Jaton IRC GM Grasstrack. event ini berlangsung di sirkuit Gedungsongo, Bandungan, Jawa Tengah pada saat liburan Natal 25 Desember 2014. Tanda tahun ini sepertinya memang milik pembalap yang menggeber korekan tuner senior asal Semarang, Imam  Syafi’i.

Si Rizki bisa mengandengkan dua gelar bergengsi dalam waktu berdekatan untuk garuk tanah pakai motor harian dimodifikasi jadi trail. Rizki ada juara nasional senior dan juara umum power track. Dari beberapa kelas (poin seri) dan berhadiah 1 unit motor, salah satu kelas yang dikunci pembalap 22 tahun itu adalah bebek standart open. Sepintas terlihat ‘aneh’, mengingat dengan skill selevel senior masih berlaga di kelas bebek standart.

Itu langsung dibantah oleh Edward Andreas, akrab disapa Indiel dari Indiel Racing Organizer promotor IRC dan GM Grasstrack itu. Katanya, doilah  awal menggagas kelas itu dan punya tujuan, selain murah meriah, juga bisa diikuti semua kategori. Pemula monggo, junior oke dan senior ayo.  

Kelas itu membuka kesempatan buat pemula dan junior curi ilmu dari para senior dengan spek motor yang setara. “Regulasinya macam bebek standart pemula. Ketat, dan tak bisa asal ganti part racing, budget masih di bawah 10 juta-an,” jelas Indiel seraya senyum lantaran dipadati ribuan penonton dan 200-an starter.

Faktanya, kelas ini tetap menarik dengan menyuguhkan pertarungan antara Rizky Vs Lontar Mardianto (Semarang). Lontar adalah tracker  pemula. Ia pakai Jupiter korekan kliker kawakan asal Jogja, Bangkit ‘Tole’ Kristanto punggawa CCP Racing Team. Toh mampu bersaing dengan Rzki yang senior. “Ketika dia (Lontar) naik ke senior sudah belajar dari kelas ini,” dukung Tole sembari melontarkan argumen.

Sayangnya, salah satu senior ternama Akbar Taufan (Salatiga) terpaksa absen di event kali ini. Ada hal yang dikritisi, seperti yang disampaikan oleh Imam Syafi’I menyoal CDI yang bebas. Itu artinya, bebek standart bisa jadi tak lagi bersahabat alias mahalu. “Budget bisa naik 2,5 juta-an. Selain itu, dari CDI yang bebas perlu penyesuaian ke part lain macam spuyer. Memang sih, motor jadi lebih kompetitif,” tutup Imam seraya mengabarkan 2015 siap kembali ke trek aspal lagi (baca : road race).

Kok bukan drag bike, hehe! Ardel    

BACA JUGA

Hasil IRC Grasstrack Ambarawa, Semarang, Jateng 25 Desember 2014

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353