nhk

Grasstrack 2016: Rizky HK ‘Hattrick’ Kampiun Powertrack, Berkat Satu Ini

Rizky, Wonosobo, Rehobat
Rizky in action

ManiakMotor – Drag bike ada Alvan Cebonk yang sukses cetak hattrick juara umum di AHRS IRC Drag Championship.  Nah, kalo di Kejurnas Power Track ada nama Rizky HK yang tak tergoyahkan dominasinya. Tracker yang membela tim  Rehobat Norifumi Swallow VMX TK Racing Tryink Solo Marmer kembali tampil sebagai juara umum di kejuaraan bergengsi cakar tanah itu.

Bahkan, sebelum seri final di sirkuit Alam Indah, Klero, Regunung, Tengaran, Salatiga, Jawa Tengah (18/12) lalu, point Rizky sudah sulit terkejar. Di tiga kelas senior, yakni bebek modifikasi 110, bebek modifikasi 125 dan sport trail tracker asal Wonosobo, Jateng, itu memang ‘superior’. Lalu, apa yang jadi kunci sukses hatrick suami dari Dewi HK itu?

Rizky, grasstrack, wonosobo
Rizky didukung fisik yang baik

Akbar Taufan, tracker senior yang juga jadi salah satu pesaing terberat Rizky HK menyebut keunggulan fisik jadi kunci utama. “Terlihat jelas di seri final kemarin, di kelas bebek 125  Rizky yang start dari posisi belakang  tapi dengan fisiknya tetap finish pertama,”komentarnya. Soal itu, memang diakui oleh Rizky HK. ”Ya, jaga kebugaran fisik dan stamina bagian tanggung jawab moral profesionalisme kita. Untuk itu aku tetap rutin latihan fisik dan berlatih di Irwan Ardiansyah Motocross Acedemy,”bilang Rizky.

Bagi pembalap berusia 23 tahun itu, hal itu wajib mengingat tahun ini adalah tahun terberat dalam meraih gelar juara umum. Apa pasal? “Paling tidak ada 8 pembalap yang secara umum merata, skill dan motor juga imbang. Makanya, fisik jadi keunggulan Rizky,”nilai Imam Syafi’I, mekanik yang kawal semua pacuan tim milik Sindu Andikara itu.

Sementara mekanik Agus Klaten punya penilaian sendiri. “Tiga spek motor mereka konsisten. Ada pembalap yang 110,125 nya bagus, tapi di sport loyo. Ada juga yang sportnya prima, di bebek 125 kurang. Nah, kalo pacuan Rizky konsisten, makanya pointnya pun konsisten di tiga kelas itu,”timpal Agus Klaten. Ya, itu lantaran ada riset dan maintenance  yang konsisten dengan sirkuit milik sendiri.

”Berusaha memberi support yang maksimal. Fasilitas buat latihan pembalap, motor dan sirkuit. Mekanik juga leluasa untuk riset dengan dukungan part racing,”tutup Sindu yang memastikan tahun depan tetap eksis dengan formasi rider yang sama. Oke deh! Ardel

 

BAGIKAN