nhk

Grasstrack SSS Karawang 2016: FFA Open Disikat KLX Azis Tirani, Piston Moto 1, CDI BRT

gtx-karawang16a

ManiakMotor – Kawasaki KLX150 yang satu ini memang sudah tak berbentuk motor aslinya. Kelihatannya sudah seperti special engine SE, eh teranyata memang semua kaki-kaki sudah pakai YZ85. Rangka udah permak sana-sini. Mesinnya pun sangar dengan modifikasi ala grasstrack.

Kontan kelas FFA Open di event Kratingdeng SSS Excel Asia Takasago Grasstrack Championship 2016. Garuk tanah yang dilaksanakan Karawang Automotive Club itu berlangsung di sirkuit Al-Amin, Cimalaya Kulon, Karawang pada 11 September 2016. “Mesinnya pakai piston Moto 1 Racing. Kuat untuk kompresi grasstrack. CDI pakai BRT Imax,” sebut Aziz Tirani yang juara dan memperkuat Arrate 12 NN Bubut dari Garut, Jabar.

Aziz yang berunmur 25 tahun dan kelihatan sangat paham soal motor grasstrack ini, juga piawai berlari di trek tanah mengandung pasir. Karena dia mengerti mesin seperti penjelasannya soal KLX150 yang ditungganginya, dia pun paham melarikan motornya.

“Intinya main di pasir begini jangan nafsu memaksa mesin. Torsinya harus selalu dapat. Di saat sama, kaki dan paha rutin menjepit motor,” kata Aziz seperti menggurui pada reporter maniakmotor.com yang juga pemain grasstrack. Wah… mungkin dia nggak tahu… si reporter itu juga jagoan soal jepit-jepit motor. Malah menjepit yang lain-lain dia juga paham.  

Aziz di FFA Open walau digempur dua treker alot bernama Yudha Madona dan Chan Endri, tapi dia mampu mengelak terus dalam 8 lap yang disediakan panitia. Motor yang disuntik onderdil disebut tadi selalu punya nafas untuk menghindar. “Satu lagi, berhubung motor sanggup, racing line yang saya gunakan yang pernah saya pakai dari latihan, penyisihan dan final,” pungkas Aziz dengan bangga pada mesin KLX yang stroke-nya sudah naik 2 mm tersebut. Panjul

BACA JUGA 

Hasil Grasstrack Karawang, Jabar 10 – 11 September 2016

Kratingdaeng SSS Grasstrack Championship 2016 Karawang: Diikuti 300 Starter

Grasstrack 2016 Ambarawa (Seri 4) :Syarat Kelaikan Sirkuit Kejurnas Memprihatinkan, Bagaimana PP IMI

BAGIKAN