nhk

Gupita Kresna Juara Umum Underbone 130 ARRC 2014, Indonesia 5 Kali Berturut

ManiakMotor – Datang ke Losail, Qatar untuk seri terakhir ARRC 2014 yang berlangsung  12 – 14 Desember, Gupita sudah punya modal. Ia unggul 30 poin dari Norizman Ismail (Malaysia)  di Bebek 130. Tak peduli Race-1 usai tikungan terakhir menuju finish Gupita terlibat insiden dengan beberapa pembalap seperti foto di atas.

Untung saja saingan terdekatnya si Norizman juga tak finish karena masalah teknis pada race yang sama. Itu sama dengan Race-2 Gupita tinggal santai yang bikin tekanan mentalnya berkurang.  Kan sudah unggul 34 poin,  lantaran race 1 usai terjatuh Gupita masih mendorong motor sampai finish. Setiap race hanya dapat 25 poin, itu yang ke-1. Makanya race-2, setelan motornya produktif  untuk kejar-kejaran di lap-lap akhir khas balap bebek di sirkuit besar.

Itu bikin Gupita leluasa, ia ke-1 pada lomba  yang berlangsung Minggu malam di Losail, “Seperti saya bilang sebelumnya. Titel juara ini untuk kenangan saya pribadi sebagai pembalap Indonesia yang ikut ARRC. Juga melanjutkan tradisi Indonesia juara bebek 4-tak di ARRC. Ini tahun ke-5  Indonesia berturut juara,” jelas Gupita yang menunggang Kawasaki Edge bikinan Kawasaki Rextor Manual Tech yang bermarkas di Jogja.

Gupita yang sudah tahun ke-3 ikut ARRC dan baru sekarang juara. Ini juga kali kedua Kawasaki dapat titel setelah 2010 dilakukan Hadi Wijaya saat membela tim yang sama. Gupita juga tercatat di sejarah ARRC sebagai pembalap pertama yang juara kelas Bebek 130 cc, kan tahun lalu masih 115 cc bro.

Prestasi lumayan juga ada di kelas sport 250 cc yang dilakukan Aditya Pangestu. Ia berada di klasemen ke-2 di akhir seri Asia Dream Cup. Kategori ini melombakan Honda CBR250 yang sifatnya one make race. Peserta yang berlaga juga utusan Honda setiap Negara. Ya kalau Aditya atas nama Astra Honda Motor. Yang juara di kelas ini pembalap Malaysia atas nama Khairul Idham Pawi. Lumayan dari pada dua tahun sebelumnya dikuasai Jepang.

Di kelas paling bergengsi di ARRC alias Supersports 600, Indonesia kudu belajar terus. Tak satu pun pembalap Indonesia yang masuk lima besar di akhir klasemen. Kelas tersebut masih dikuasai Malaysia dan Jepang. Ito

BACA JUGA

Hasil ARRC Losail, Qatar, 12 – 14 Desember 2014

ARRC 2014 Losail Qatar: Kualifikasi Kembali Bebek Indonesia, Sikit Lagi Juara 2014

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353