Hadirnya Pedro Acosta bagi KTM Menjawab Pertanyaan yang Selalu Dipertentangkan: Lebih Penting “Pembalap” atau “Motor”?

Maniakmotor.com — Perdebatan sengit selalu hadir di kalangan fans maupun pengamat MotoGP, mana kah yang lebih penting? Motornya atau pembalapnya?. Tentu saja, jawabannya akan begitu beragam bila dihadapkan dengan topik tersebut. Akan tetapi, kali ini kita akan berbicara soal sang rookie ajaib dari KTM, Pedro Acosta, yang performanya di dua seri balapan terakhir, memuaskan untuk bisa “jawab” hal tersebut.

Yap, Herve Poncharal, selaku bos dari Tech3 ungkapkan pandangan doi mengenai Acosta. Bagi dirinya, Acosta memiliki hal yang sama seperti pembalap legen lain seperti Valentina Rossi dengan Yamaha pun Marc Marquez dengan Honda. Rookie dari KTM yang masih berusia 19 tahun itu telah sama membuktikan bahwa pembalap miliki arti penting di MotoGP. Jadi, yang merupakan hal utama, tidak melulu hanya pada kuda besi yang pembalap tunggangi.

“Semuanya memainkan peran penting dalam kesuksesan MotoGP, dan saya memahami banyak penggemar dan media sangat tertarik dengan sisi teknis,” ucap Poncharal, Maniak Motor kutip dari wawancara bersama Crash (Selasa, 2 April 2024).

 

“Tapi apa yang masih bagus dalam olahraga kami – dan saya pikir ini juga merupakan perbedaan utama dengan balap roda empat – adalah bahwa masukan dari pembalap sangatlah penting. Dan inilah mengapa saya sangat menyukai olahraga di setiap kelas. Moto3, Moto2 dan MotoGP,” 

 

“Jadi pengendara itu penting. Dan meskipun kami memiliki banyak pebalap top baru-baru ini – juara dunia Moto2 seperti Remy dan Augusto, ditambah Raul yang menjadi wakil juara – ketika kami melihat Pedro datang, kami melihat pria ini spesial, pria ini berbeda.” sambung doi lebih lanjut.

 

Poncharal juga tegaskan hal yang unik dari Acosta, bahwa doi bukanlah pembalap biasa. Ada sesuatu yang “berbeda”, dirinya memiliki kemampaun untuk jadi pembalap yang sudah melekat dalam DNA-nya. Setidaknya, hal tersebut menjelaskan gimana sang Bos pabrikan tersebut gambarkan seoptimis apa doi terhadap rookie ajaib Acosta.

 

“Saya mengikutinya di Rookie [Red Bull], tapi kemudian apa yang dia lakukan di balapan Moto3 keduanya di Qatar, memulai dari pitlane dan menang…”

“Kemudian dia memenangkan gelar Moto3, tapi itulah cara dia memenangkannya. Karena dia berkendara seperti pria paling cerdas dan berpengalaman di luar sana, meskipun dia masih pemula!”

“Kemudian dia kembali meraih gelar juara di tahun kedua Moto2. Tapi tetap saja saya bilang tunggu dan lihat, karena begitu Anda mengendarai motor MotoGP, Anda akan mempunyai ban yang berbeda, rem yang berbeda, banyak perangkat elektronik, dua motor yang bisa digunakan, teknisi yang berbicara dengan Anda. Terkadang butuh beberapa saat sebelum Anda cepat,” ujarnya.

Meskipun Acosta meraih kesuksesan yang bisa dibilang bak indomie, super instan. Poncharal menegaskan sekian kali bahwa pembalap sang rookie andalannya itu ‘siap berjuang’ dan tahu bahwa MotoGP tidak akan berjalan mulus. 

Acosta sendiri baru saja meraih Podium posisi ke-3 di MotoGP Portimao beberapa pekan lalu. Kita akan lihat ke depannya, kejutan apalagi yang akan disuguhkan sang rookie ajaib dari KTM ini. Sekali lagi, apakah Acosta akan konsisten menjadi yang selalu dielu-elukan khalayak; penerus Marquez & duplikat Rossi? Too good to be true, tapi gaspol terus deh bro!

XiuXiu