nhk

Harga Matik 110 cc – 125 cc Terlalu Tinggi, Honda Dan Yamaha Didenda KPPU

Beat Pop esp2016-6

ManiakMotor – Dikutip dari situs-situs terpercaya Indonesia, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada Senin 20 Februari 2017 memutuskan bersalah pada Yamaha dan Honda. Keduanya diduga melakukan binis kartel pada tipe matik 110 cc dan 125 cc. Maksudnya ongkos produksi lebih murah, tapi di pasaran dijual tinggi.

Maka PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) dinyatakan bersalah. Keduanya dianggap bekerjasama dalam pengaturan harga jual matik-matik tersebut. “Menimbang berdasarkan fakta-fakta kesimpulan dan analisis serta UU Menyatakan, terlapor 1 (PT YIMM) dan terlapor 2 (PT AHM) terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 5 ayat 1 UU no.5 tahun 1999,” kata Ketua Majelis Komisi, Tresna Priyana Soemardi, di Ruang Sidang KPPU, Jakarta.

Dari semua keterangan saksi, mengarah bahwa keduanya terbukti melakukan pelanggaran. Kelanjutannya, YIMM dan AHM dikenakan sanksi administratif berupa denda masing-masing Rp 25 miliar untuk YIMM dan Rp 22,5 miliar untuk AHM.

“Majelis komisi menambahkan denda 50% dari besaran proporsi denda, karena data yang dimanipulasi. Sedang terlapor 2 dikurangi sebesar 10 persen dari besaran proporsi denda karena kooperatif,” jelas anggota Majelis komisi, R. Kurnia Sya’ranie seperti dikutip dari Detik.

Sebelumnya, PT YIMM dan PT AHM telah membantah, bahwa mereka melakukan kartel. “Harga yang tercantum sudah sesuai kalkulasi pasar dan ongkos produksi. YIMM tidak pernah memainkan harga,” sebut Dyonius Beti, Executive Vice President Director PT YIMM, sebelum kasus ini disindangkan oleh KPPU. MM

BAGIKAN