nhk

Hokky Krisdianto Memimpin Riset Daya Tahan Ban FDR Untuk Segala Motor, Segala Sirkuit Juga

Tim riset ban FDR. Hokky pakai kaus pink

 

ManiakMotor – Mulai tahun ini mantan pembalap sekaligus tutor balap motor, Hokky Krisdianto, memimpin riset ban FDR. Fokusnya tetap pada grip kompon yang sudah terkenal ban racing buatan Indonesia tersebut.

Kalau aturan balap motor Indonesia asli SNI, ya FDR ini yang akan lolos duluan. Yang lain kan hanya pinjam cap SNI-nya, haha. “Tahun ini memang dikontrak ban FDR. Kerjaannya untuk pengembangan,” sebut Hokky yang bersua maniakmotor.com di Sentul Kecil pada 11 Juli 2017.

Hokky bersama pasukan periset dari PT Suryaraya Ruberindo Industri (PT SRI) yang punya FDR datang ke Sentul Kecil kemarin sedang mendalami daya tahan kompon. Akan tetapi tidak menghilangkan ciri gripnya. “Simulasi durabilty diterapkan pada satu tipe ban, yakni MP27. Nanti dia akan mewakili pada semua tipe,” sebut Mas Kelix yang datang bersama Hokky.

Kelihatannya sih, simulasi dengan pembalap asli – bukan Hokky – tapi pembalap profesional yang sudah jadi karyawan FDR. Hokky sendiri jabatannya di situ supervisor periset. “Selain di FDR, saya juga sering ke Filipina mengajar balap,” kata Hokky yang tahun lalu aktif di sirkuit Sidrap.

Menurut Hokky, sebenarnya ban racing itu tak perlu panjang umurnya. Yang panting tahan untuk lomba. Misalnya MP1 di Sentul Kecil ada 25 lap, dalam jumlah lap itu, ban tidak akan kehabisan kompon. “Tetapi tuntutan di Indonesia, ban balap juga kuat berlama-lama dipakai untuk latihan. Nah soal ini yang lagi ditingkatkan,” sebut Hokky.

Kalau cepat habis berarti makin laku. Miolo

BAGIKAN