nhk

Honda Dream Cup 2016, Seri 3: Pilihan Rolling Speed Ban FDR Di Kemayoran

omr-honda-kemayoran-2016b

ManiakMotor – Juara harus finish terdepan. Sebelumnya melukukan balapan dulu. Soal lomba ini salah satu yang memikirkan safety, kenyamanan dan terutama penyaluran tenaga mesin adalah pasukan teknisi penyuplai ban FDR. Macam konsen mereka untuk peserta seri 3 Honda Dream Cup (HDC) di lintasan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Ahad 21 Agustus 2016.

H. Riza dari Suryaraya Rubberindo Industries (SRI), produsen ban FDR paham betul perjalanan balap bebek. Seperti motor yang diadu di HDC itu. Apalagi sekarang sudah ada kelas 150 yang di HDC diisi Sonic 150. “Kini power bebek makin besar. Pembalap dan tim maunya motor makin kencang. Kami wajib melakukan pengembangan kompon agar bisa memegang tenanya pada aspal. Di saat sama keawetannya harus meningkat di macam-macam sirkuitnya,” jelas bos Marketing SRI itu.

FDR membiarkan pembalap melakukan penyesuaian sesuai karakter mereka di Kemayoran. Sebab berbagai  tipe ban kering disiapkan untuk peserta kelas utama, HDC2 Sonic Tune-Up Open. “Pembalap silakan memilih. Mau MP27, MP75, FR75, dan MP96, semua siap,” bilang Andre Satrio  Kusuma Wijaya, kepala seksi New Product Plan PT. SRI.

Andre menjelaskan, MP96 sebenarnya paling belakangan diproduksi. Artinya secara pengembangan lebih mutakhir dari FDR. “Ban ini dikembangkan almarhum Denny Triyugo sesuai kodenya 96 atau sama dengan nomor stary Denny. Secara teknis, profil dan kembangannya paling pas di pasar senggol, lantaran trial and error-nya di situ,” tambah  Andre.

MP96 peralihan dari MP27 yang bentuknya V dan FR75 yang slick berprofil U. “Bentuknya, bagian tengah V, ke sisinya agak membulat,” jelas Andre lagi. Tapi, Andre juga paham, pilihan ban tergantung kesukaan dan gaya balap mereka. Seperti M. Nurgianto yang jajal MP6.

Bagi Nurgianto, profil MP96 lebih enak untuk litar Kemayoran. “Sekalian riset setingnya. Pakai profil ban ini antara grip dan tenaga mesin pas, speed lebih anteng. Tapi, mesin dan nafasku yang kalah,” aku Anto – sapaan Nurgianto – yang geber Sonic tim Honda Loyal Tech Nissin NHK FDR yang harus puas finish kedua di race kedua kelas utama HDC2 itu.

Gaya agresif dan jiwa muda Lucky Kaddi paling cocok profil semi slick MP27. Ban ini telah dikembangkan sejak diperkenalkan 7 tahun lalu. Kompon lebih soft, tapi lebih awet karena lebih tebal. Bobotnya dibuat ringan berkat jalinan nylon. Konstruksinya tidak menyiksa mesin motor yang sudah sepenuh tenaga dan materi dibangun dari tim.

“Lebih enak di bagian dalam sirkuit yang stop and go. Cepat nusuk dan keluar lebih pede buka gas. Tapak sampingnya lebih lebar. Jadi aman gaspol di tikungan,” ungkap joki 15 tahun dari Sidrap RMS Racing Team itu. Lucky juara race kedua kelas HDC2.

Ternyata, yang aman pemenangnya. Afreiras

BACA JUGA

FDR IRS 2026 Sentul (Seri 3) 2016: Service Car FDR Berjasa, Gratis Pula!

FDR Road Race Karawang 2016, Saingannya ARRC Di Sentul

FDR Sidrap Night Race 2016: Ban FDR FR75 Yang Favorit, Familiar Buat Kete

FDR-NHK MotoPrix 2016: Yamaha Adhi Motor, Mantap! Tahun Perdana Double Winner

FDR-NHK MotoPrix 2016; Khevalindo Waloja KYB IRC KYT, Angkat Pamor Menepis Rumor

BAGIKAN