nhk

Honda Racing Championship (HRC) 2013 Cimahi; HRC Tour Edisi Spesial Final, Helm Mutlak!

 

ManiakMotor – Berbeda kali ini Grand Final Honda Racing Championsip (HRC) di Briegief 15 Kujang II, Cimahi, Bandung, Jabar. Sabtu 16 November 2013, rangkaian kegiatan HRC yang dimulai dari HRC Tour langsung menghadirkan dua SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) sekaligus. SMK Tunas Bangsa dan SMK Widya Dirgantara kali ini yang berkesempatan jadi peserta.

“Sebelumnya kami yang mengunjungi sekolah mereka, khusus seri ini, 100 siswa diundang ke sirkuit. Selain tengok aktifitas di paddock, di sesi safety riding pun instruktur mempraktekkan langsung materi disampaikan di depan mereka. Praktek dan teori bersamaan,” bilang Anggono iriawan, manejer motor sport dan safety riding PT Astra Honda Motor (AHM).

Asep Wawan Hermawan, instruktur safety riding dari PT Daya Adicipta Mustika (Main Dealer Honda Jabar) menekan pada tiga hal. Yakni arti penting helm, riding position, teknik pengereman dan manuver. “Fungsi helm semua tahu, vital. Helm melindungi kepala sebagai pusat syaraf. Kaki atau tangan patah, masih bisa pakai kaki atau tangan palsu, bagaimana dengan kepala? Ya nggak ada penggantinya,” tegas Asep.

Helm yang baik bisa melindungi kepala bagian belakang dan rahang. “Ehm, ya tuh sering kali fungsi helm dianggap sepele. Padahal punya helm  lebih dari satu di rumah,” jelas M. Anggi Setyawan dari SMK Widya Dirgantara dan Firmansyah dari SMK Tunas Bangsa, peserta HRC Tour. Keduanya seperti diingatkan soal nyawa.

Untuk riding position, Asep menyebut ada 7 hal yang harus diperhatikan. Pertama mata. Pandangan harus ke depan dan luas. Mata kudu mengawasi keadaan dan memperhitungkan dengan kaca spion sebagai mata bagian belakang. Mata adalah yang mendeteksi awal situasi berkendara dan otak akan membaca perintah mata.

Lalu, pundak harus rileks. Tujuannya, pergerakkan motor juga akan menjadi rileks. “Sikut membentuk sudut, supaya setang dapat pukulan tiba-tiba, tangan tidak tertekuk dan sebagao penopangnya. Kaki  sejajar sayap motor (tidak melebar) dan posisi duduk di tengah jok. Masing-masing punya maksud dan tujuan,” bilang Asep sambil mempraktekkan di hadapan peserta.

Teknik pengereman yang baik depan-belakang secara bersamaan. Persentase 70-30%, yang 70 depan. Rem tidak menimbulkan efek gesekan pada jalan.  Beberapa ilmu safety riding yang diceritakan doi tadi memang perlu kesadaran guna menekan angka kecelakan. Sstt.. tim safety riding AHM juga langganan juara kompetisi safety riding di Jepang tuh. Kemarin kan baru juara, mantap!

Selain safety riding peserta juga dikenalkan seputar teknologi injeksi Honda. “Walaupun di sekolah sudah ada atas bantuan Honda juga, tapi tetap memberikan pengalaman berbeda dengan HRC tour ini.  Apalagi teknologi injeksi Honda mampu mencapai 62% market share-nya, bukti kalo teknologi ini memang andal,”ungkap M. Anggi Setyawan, salah peserta tadi yang memang ambil jurusan Teknologi Sepeda motor (TSM) itu. 

Pada akhir sesi giliran Adhi ‘Bontot’ Rudianto pembalap Honda Daya Daytona IRC NHK yang memberikan pengalaman menjadi pembalap, Dulu sebelum ikut balap seperti ini, aku sempat ikut balap liar. Jujur, tak mendapatkan apa-apa kecuali celaka pada kaki ini. Menjadi pembalap itu profesi, maka pilihlah jalur balap yang benar seperti HRC. Aman dan kesempatan meniti karier luas,”tutup Bontot seraya mengajak peserta menyaksikan langsung aktifitas di paddock. Ardel   

BACA JUGA

Honda Racing Championship (HRC) 2013 Jelang Final Cimahi; Menggoda OMR CB150R StreetFire

Honda Racing Championship (HRC) 2013 Jelang Final Cimahi, Power Motor Jawara!

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353