nhk

Honda Racing Championship (HRC) 2013, Jelang Tangerang, Pertarungan Sasis Blade

 

 

ManiakMotor – Namanya One Make Race (OMR) yang diadu kelihaian pembalap dan kepiawaian mekanik. Kan motornya sama merek dan tipe. Seperti seri pertama Honda Racing championship (HRC) di Tigaraksa, Tanggerang, Banten pada 27-28 April mendatang. Katakanlah mesin-mesin Honda sudah merata kekuatan tiap tim, berarti tinggal skill pembalap yang menentukkan juaranya. Hasilnya balap yang menarik, nggak rugi ditonton.

Aturannya saat ini, peserta boleh menggunakan Honda Blade 110 cc bore-up untuk bertarung di kelas 125 cc. Menurut beberapa mekanik, kelebihan sasis Blade lebih lincah. “Maka saya pilih basis Blade untuk kedua kelas. Hasilnya di IndoPrix lebih agresif,” kata Kupret yang nama aslinya Suhartanto, mekanik dari tim Honda Daya Daytona NHK IRC yang menjagokan Wahyu Widodo.

Motor ini tentu menjadi incaran teman sekaligus musuh di sirkuit Tigaraksa yang diberitakan sudah siap pakai. Maklum, settingan sasis dan suspensi Blade Wododo langsung ditangani teknisi Daytona dari Jepang. Tak heran Widodo punya target pribadi cukup tinggi di Tigaraksa.  “Saya akan berusaha mendapat poin maksimal di tiap race,” tukas pembalap asal Pangandaran, Jawa Barat itu.

Jangan bicara Jepang dulu deh, Honda Blade tunggangan Gerry Lauren alias Gerry Salim tak kalah enak disimak. Pokoknya penonton yang datang ke sirkuit ibarat melihat IndoPrix mini. Karena Gerry adalah pembalap hasil bibitan Honda yang baru 16 tahun jalan yang melejit di IP di Kenjeran baru lalu.  

Pembalap  dari tim Honda Banten NHK Nissin FDR itu memang yang tidak disetting teknisi Jepang pun, sanggup bercerita. “Sasis Blade sangat enak dipakai, saya tidak pernah merasa sulit menghandling motor. Mudah-mudahan hasil di Tigaraksa nanti bisa maksimal, karena pertama kalinya saya turun di pasar senggol melawan seeded,” rendah Gerry yang murah senyum ini.

Tapi Ahmad Jayadi, punggawa tim Daya Honda Jayadi KYT Showa Federal Oil yang juga pembalap era 90’an beranalisa bahwa sasis Blade dan Supra sama-sama nyaman. Harus dilihat secara keseluruhan, karena berhubungan pula dengan karakter mesin. “Yang jadi pembeda, karakter mesin Supra lebih meledak-ledak, kalau di MotoGP seperti Big Bang, itu yang membuat motor agak sulit dihandling. Sementara Blade lebih halus namun merata tenaganya,” kata Jayadi alias Adi.

Karena itu pula Adi menurunkan Honda Blade pada semua kelas HRC,  lebih kepada penyesuaian handling pembalap. Pembalap tidak akan dipusingkan dengan karakter handling yang berbeda di kedua kelas. Eit, tunggu dullu. “Sekadar catatan, OMR CB150R di Tigaraksa ini ditiadakan, karena lebar sirkuit kurang mendukung,” kabar Anggono Iriawan, manajer motorsport AHM. Adit

BERITA TERKAIT

Honda Racing Championship (HRC) 2013, Jelang Tangerang, Ada OMR CB150R SreetFire

 

BAGIKAN