nhk

Honda Racing Championship (HRC) 2013 Tegal; HRC Tour, Prediksi Bahaya Dan Riding Position!

 

ManiakMotor Feeling mengendara.  Namanya mengenali potensi bahaya lewat penempatan posisi motor saat melaju dan riding position yang mengendarainya. Ini pengetahuan dan pengalaman baru yang didapat siswa SMK Dinamika, Tegal, Jateng. Mereka bagian dari  HRC Tour yang berlangsung 2 Novermber 2013.

HRC Tour adalah rangkaian kegiatan Honda Racing Championship (HRC). HRC 2013 adalah one make race Honda yang masuk seri ke-4 di Tegal untuk Jawa dan putaran ke-untuk seluruh Indonesia.  HRC Tour  seperti yang dilakukan pada seri-seri sebelumnya untuk menyebarkan safety riding bersama teknologi injeksi Honda.

Di acara ini para siswa akan tukar pengalaman dengan para instruktur dan pembalap papan atas Honda.  Kali ini pembalap yang hadir adalah Iswandi Muis, Wawan Hermawan dan Dimas Ekky (Astra Motor Racing Team) yang didaulat langsung bercerita di hadapan 100 peserta. Tentu saja mereka bercerita tak lepas dari unsur safety dalam cara-cara membalap profesional.

Di HRC Tour ini safety riding masih menjadi topik peserta. Itu tak lepas dari peran  Honda yang terus mengkampanyekan pentingnya berkendara sopan, nyaman dan aman atau safety riding. Pelajar adalah salah satu obyek utama, mengingat angka kecelakaan masih didominasi usia produktif (17-35 tahun).

Akhirul Salam, selaku instruktur safety riding HSO Semarang bercerita. Katanya, feeling berkendara harus tinggi. Misal memahami posisi kendaraan yang benar adalah hal penting saat melaju dengan motor. “ Saat melaju tidak disarankan berada di samping  mobil. Itu berbahaya lantaran posisinya tak terpantau sopir.   Juga di pertigaan jalan, disarankan sangat waspa mengamati situasi jalan alias tidak langsung nyelonong,” jelas instruktur ramah ini.

Masih banyak yang lain, tapi intinya dengan memahami pola-pola itu, muncul kesadaran  akan arti penting aman berkendara. Sedang untuk riding position  atau posisi berkendara antara lain, Pandangan fokus ke depan, konsentrasi pada keadaan sekitar, pundak rileks, posisi sikut, jari-jari tangan, pinggul di tengah jok, lutut dan kaki sejajar dengan tebeng. Jika ini diikuti, gerakkan pengendara selalu siap,” urai Irul, sapaan akrabnya.

Leo Kapisa, salah satu peserta dari kelas XII Otomotif berbagi cerita. Menurutnya, selama ini posisi mengendaranya jauh dari yang diterangkan para instruktur. “Dengan acara ini saya bisa memahaminya, karena ada penjelasan logis yang masuk akal,” kata Leo yang merasa ini sungguh pengalaman yang tak berharga akan digunakannya berkendara sehari-hari.

Masih menurut Irul, aman itu bukan berarti harus pelan. Jika pelan bangat yang tak seimbang dengan kecepatan kendaraaan lain, justru bahaya. “Tapi aman itu adalah melaju dalam batas kecepatan yang diizinkan. Kencang sekalipun asal memperhatikan faktor-faktor keselamatan tidak masalah. Ehm… tapi bila melaju kencang di jalan punya risiko yang lebih besar. Itu harus di sirkuit seperti HRC ini,” kata Irul 

Makanya, jangan lupa berdoa ya bro! Ardel

BACA JUGA

Honda Racing Championship 2013 Purbalingga HRC Tour; Safety Riding Skill dan Attitude..!

HRC 2013 Purbalingga; Kunjungan Peddock Para Siswa

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353