nhk

Honda Racing Championship (HRC) Tour 2014 Medan; Edukasi Berkendara Pada Usia Produktif

 

ManiakMotor Remaja dan aktivitas bermotor wajib di negara kita. Tingkat ekonomi masyarakat  saat ini mampu untuk itu. Juga mudahnya mendapatkan unit sepeda motor  dari kredit, apalagi tunai. Terjangkau dan sesuai kebutuhan dan fungsi transportasi untuk bisnis masyrakat.

Tapi ini juga yang menyebabkan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi pada usia produktif (16-20 tahun) alias remaja tadi. Bicara kecelakaan lalu lintas sendiri, organisasi kesehatan dunia PBB (WHO) menyebut   kecelakaan lalu lintas adalah pembunuh terbesar ketiga setelah jantung koroner dan TBC di Indonesia. Itu artinya, banyak generasi potensial penerus cita-cita bangsa meninggal di jalan raya. 

Karena itu PT Astra Honda Motor (AHM) tak henti-henti dan semangat terus melakukan edukasi safety riding. AHM bertanggung jawab setelah menjual motor harus diiringi moral, bukan jual putus. “Komitmennya mensosialisasikan keselamatan berkendara  di segala lapisan usia. Khusus remaja, perlu ada strategi yang tepat biar kena sasaran. HRC Tour yang diikuti para pelajar diharapkan bisa memberikan pemahaman arti penting safety riding,” ujar Anggono Iriawan, Manager Motosport & Safety Riding AHM.

Banyak program AHM soal keselamatan di jalanan. Tapi di HRC Tour lebih ditekan pada remaja. Macam di HRC Tour Medan, Sumut ini, ada 100 siswa dari SMK Multi Karya, Medan, Sumut yang berpartisipasi. Ini bagian dari pergelaran Honda Racing Championship (HRC) atau balap one make race Honda.

Bicara safety riding tak sekadar mengetahui secara teknik seperti riding potition, lebih dari itu pentingnya disiplin dalam berlalu lintas. Hal sepele tapi mencerminkan tingkat kesadaran disiplin bermotor berakibat fatal, yakni tentang helm. Parahnya oleh sebagian remaja menggunkan helm melaju di atas motor bikin risih.

Padahal, “Penyebab terbanyak kematian ialah cidera kepala dan si pengendara tidak menggunakan  helm. Selain penggunaan helm, pengetahuan terhadap bahaya cidera kepala harus dipahami lebih jelas dari jenis cidera dan pecegahannya,” jelas Pepen Purnama, pemerhati helm saat dihubungi terpisah.  Pnegakan hukum dan pemberian sanksi tegas terhadap si pelanggar adalah salah satu upayanya.

Selain mendapatkan tambahan wawasan mengenai safety riding, peserta juga berkesempatan share pengalaman pembalap profesional dari tim Honda Indako Medan. Antara lain Deri Irfandi, Toni Rahmawan dan M. Darihaq. “Bahwa balap yang aman dan profesi yang menjanjikan itu ada di sirkuit. Sumatera khususnya Medan, punya potensi pembalap berprestasi. Ayo, bangkit!,” kompak ketiganya.

Oke deh! Ardel       

BACA JUGA

Hasil HRC Medan, Sumut, 15 – 16 November 2014

Honda Racing Championship (HRC) 2014 Medan; Starter Bertambah, Teknologi Racing Satu Hati!

Honda Racing Championship (HRC) 2014 Medan (Jelang); Pasar Vs Sport, Ini Medan, Horas!

Honda Racing Championship (HRC) 2014 Sidrap; Spekta Geisha, Honda Jawara!

BAGIKAN