nhk

Modifikasi Honda S90Z 1973 Jakarta, Jurus Merakit Besi Tua

 

ManiakMotor – Modifikasi motor tua, wajib pakai jurus. Yang jelas bukan jurus angin. Custom pada motor toku, ya pakai besi tua pula. Ooohhh itu to jurusnya. Berarti jurus tua melacak loa’an. Kan biasanya besi tua ujung-ujungan ke tukang loak juga, bro.

Untung saja Honda S90Z lansiran 1973 ini belum sampai ke sana. Namun membangunnya juga butuh ke tukang loak. Besi-besi tua bekas S90Z banyak di sana. Hasil seperti di foto ini, harus melacak lengan ayun dan sepakbor dari tukang loak. Jangan-jangan juga bekas motor ini kembali lagi ke motor ini.

Katanya sih Wardoyo dari Gandul 2Wheels Custom (G2C) yang punya jurus tua ini. Modifikator di Depok, Jabar ini sengaja melacak lengan ayun tua untuk dipotong-potong. Supaya kuat, lengan dipotong di tengah dan ditambah panjang  4 cm. Lalu, “Di dalam selongsong lengan diisi batangan besi, agar kuat. Selanjutnya ditutup pelat yang dibentuk mengikuti kontur lengan ayun asli,” kata Wardoyo yang menjamin jurusnya menambah jarak sumbu roda itu aman sentosa.

Mengejar detil, sepatbor depan belakang juga custom dari part orisanal. Sekilas, memang tidak ada bedanya. Tapi karena disodorkan roda 19 inci, Waroyod, sory, Wardoyo maksudnya, harus melebarkan sepatbor.

Walau pria asal Sragen, Jawa Tengah ini ahli modif, tapi kerepotan juga. Contoh garis pada bibir sepatbor. Kalau tidak menggunakan part orisinil, tentu akan kesusahan membuat garis bulat sekecil itu. Buatan pabrik pak, pakai mesin bukan ketok loh.

Just info bro, besi tua mempunyai lapisan anti karat yang kuat. Mirip sekali dengan epoxy, namun susah sekali dihilangkan. Mungkin zaman dulu pabrikan motor lebih jujur. Itu dibandingkan sekarang yang tiga tahun saja pada karatan. Buktinya S90Z ini masih bisa jalan tanpa karat sampai detik ini.

Konsep modifikasi, jelas café racer mirip gagang telepon zaman dulu, tetapi bukan warteg racer. Besi tua gitu loh. Soal berkendara nyaman, ada hubungannya dengan jurus roda 19 inci tadi. Sumbu roda menjadi panjang, maka dengkul tidak  akan tertekuk. Otomatis, pinggang luput dari serangan encok. Itu hanya salah satu nyamannya.

Itu bagian kaki, sekarang posisi duduk. Kebiasaan café racer punya tempat duduk yang pas. Makanya dibuat agak memanjang, agar pantat tetap bisa maju mundur dan mundur maju, tetapi tidak maju-mundur berulang-ulang yang makin lama makin cepat. Hahaha dasar tua.

Kendalanya, mencari ban dan pelek 19 inci itu bikin pegal. Sekadar info, kedua paket ini sudah jarang sekali keberadaanya di toko. Apalagi merek lokal. Perlu kontak dukun yang punya jurus mantra canggih. “Sementara spek café racer, identik dengan ban ukuran kecil. Misal 2.25 sampai 3.00,” tutup Wardoyo, sembari bilang, pemilik motor kesibukannya menulis.

Ohhhh, berarti penulisnya yang punya jurus menulis cerita ini. Adib

MODIFIKASI LAIN:

Modifikasi Honda CB150R Street Fire (Honda Teralis)

Modifikasi Yamaha New V-Ixion Di JMS

Honda S90Z, Asli Man…!

Modifikasi Suzuki Thunder 250 , Pakem Moto3 Dan GSX600

CB650 Jok Tunggal Buntut Tawon

Pelantun Aishiteru Memodif CBR250

Modifikasi Honda S90, Punya Penyanyi Top Loh…

Modifikasi Yamaha Virago, Image Street

Honda CB 100, Balada Pemodif Cekak…


Data Modifikasi

Ban depan          : IRC Wildflare 3.00-19

Ban belakang       : Swallow 3.25-19

Pelek              : DID 19 Inchi

Setang             : Ninja 150 R

Sok belakang       : Honda Astrea Grand

Jok                : Custom

Bodi belakang      : Custom

Knalpot            : Standar

Lampu belakang     : Honda C70

Footstep           : AHRS

Spidometer         : Honca CB 100

G2C                : JL. Raya Gandul Krukut, Ambara, Cinere,

                     Depok.

Telepon            : 081380571391 / 021-46427753


BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353