nhk

HRC Solo, Muis Memang Pembalap ‘Solowesi’

ManiakMotor – Iswandi Muis sejak QTT kemarin sudah menyatakan biasa di sirkuit seperti ‘Solowesi’, eh, Solo, Jateng. Dia lahir dari sirkuit pasar senggol benaran yang sisi kiri kanannya trotoar dan tiang listrik. Sirkuit Alun-Alun Karangayar yang dipakai Honda Racing Championship, 9-10 Juni ini, sebelas dua belas dengan yang di Sulawesi. Bedanya penataan ala Jawa yang rapi, itu saja.

 

Maka jangan heran Muis bisa ‘pecicilan’ di race-1 pertama MP2. Honda Blade yang dikorek Ardiansyah, tunner Honda Wahana Dunia Motor Federal Oil (HWDMFO) itu, disetel sesuai sirkuit turun-naik. “Itu sudah dipikir sejak datang ke Solo. Kompresi harus dimanpatkan lebih tinggi dari biasanya,” cerita Adri, begitu dia disapa. “Sehat motornya mas, tenaganya tidak kendur sampai finish,” timpal Muis.

Muis   saat ketemu maniakmotor.com lima tahun lalu baru naik  seeded di Sulawesi. Eh, ngomong-ngomong ini web sudah ada belum? Ada, buktinya bisa ketemu dia. Saat itu, fisiknya tidak terurus. Tapi bisa menang dari Basri Bass sebagai legenda Sulawesi selain Robby Ratukolan ketika itu. “Sekarang beda. Saya di tim profesional, kebugaran fisik harus dijaga,” singkat Muis sembari kirim salam pada kru maniakmotor.com.

Oke deh. Ardel

BERITA TERKAIT:
Hasil Semua Sesi YCR Tasik Dan HRC Solo 9-10 Juni
HRC Solo, Honda Injeksi Progress 50%
HRC Solo Race-2 MP2, Betul-Betul Dari ‘Solowesi’
HRC Solo Race-1 MP1, Akhirnya Owie…!
HRC Solo Rce-2 MP1, Dipetik Nurgianto
HRC Solo, Muis Memang Pembalap ‘Solowesi’
OMR Honda Solo, Muis Pemenang QTT Biasa Di Sirkuit Solo
OMR Honda Solo, Muis Pemenang QTT Biasa Di Sirkuit Solo
Modifikasi Honda Blade, Pemenang IndoPrix Kenjeran
 
 

 

BAGIKAN