nhk

HRC Solo Race-2 MP2, Betul-Betul Dari ‘Solowesi’

 

ManiakMotor   Maaf koran ini, eh, website ini sering plesetan. Solo dibilang ‘Solowesi’. Saat pembalap Sulawesi benaran mengaku biasa ikut seperti di sirkuit Solo, dia orang  memang dari  ‘Solowesi’. Dua race MP2 (110 cc) saat seri 3 Honda Racing Championship (HRC) di sirkuit Alun-Alun Karanganyar, Solo, Jateng,

10 Juni, Iswandi Muis dan Willy Hammer bergantian juaranya. Keduanya Jong Celebes. 

Di tempat asal mereka di Sulsel, langganan berlaga  di sirkuit dadakan dan berlomba di pasar senggol. Sirkuit yang kebanyakan ‘U’ turn dan tingkungan ‘L’ adalah, santapan balap region 5 Sulawesi.  Sirkuit yang  butuh kuatnya pergelangan dan jari-jari tangan memeras rem. Termasuk, “Juga lengan untuk menahan setang dari kecepatan tinggi, lalu melakukan pengereman sampai motor seperti berhenti,” jawab Muis dan Hammer seperti menyambung dan mengalirkan tulisan ini.

Tentu juga butuh nyali lantaran berhadapan dengan trotoar, tiang listrik dan tanpa area meluncurnya pacuan jika terjadi insiden. Model sirkuit begini ramai dipakai di awal-awal pasar senggol. Juga masih ramai di balap-balap tarkam. Turun di sirkuit model begini, modalnya fisik. Ciri-ciri pembalap tak siap fisik di seirkuit macam ini, tangan mudah keram dan baru 5 lap, titik pengereman mulai maju. Setingan juga tidak pernah dapat.

Muis memperkuat Honda Wahana Dunia Motor Federal Oil  dan Hammer berlomba atas nama MPM  Putra Rinjani Krida IRC NHK.  Keduanya tentu belum lupa kondisi MotoPrix Region 5 yang sirkuitnya tipis dengan Alun-Alun Karanganyar, “Bedanya kan di Jawa ditata sangat rapi. Karung dan ban pengaman ada di mana-mana,” sebut Muis yang juga mewakili Honda bermain di Asia Dream Cup yang minggu depan tampil di Sentul bersamaan dengan ARRC.

Bersyukurlah Hammer dan Muis mengenal balap motor modern dengan bermain di Jawa. Bahwa, menjadi atlet balap motor sama saja dengan atlet lain yang butuh kebugaran tubuh, seperti yang mereka lakukan sekarang. Dengan itu keduanya bisa melenggang. Mekanik pun gampang setel pacuan, keduanya tidak memaksa motor di sirkuit patah-patah dan pica-pica. Istilah keren yang dikeren-kerenkan, sirkuit stop and go.

 Pendeknya, race-2 MP2 keduanya bertemu di podium. Tos bro. Apa kareba? Bukan orang ‘Solowesi’ to? Memang tidak, yang benar dari Sulawesi. Ardel

BERITA TERKAIT:
Hasil Semua Sesi YCR Tasik Dan HRC Solo 9-10 Juni
HRC Solo, Honda Injeksi Progress 50%
HRC Solo Race-2 MP2, Betul-Betul Dari ‘Solowesi’
HRC Solo Race-1 MP1, Akhirnya Owie…!
HRC Solo Rce-2 MP1, Dipetik Nurgianto
HRC Solo, Muis Memang Pembalap ‘Solowesi’
OMR Honda Solo, Muis Pemenang QTT Biasa Di Sirkuit Solo
OMR Honda Solo, Muis Pemenang QTT Biasa Di Sirkuit Solo

 


 

 

 

BAGIKAN