nhk

Idling Stop Sytem (ISS) Honda Vario Techno 125 CBS 2013 PGM-Fi, Prosesnya Halus

 


ManiakMotor  –  Bermula dari Programmed Fuel Injection (PGM-Fi) pada Honda Vario CBS125.  Dengan injeksi yang dikendalikan ECU (Electronic Control Unit), maka teknologi digital apa saja bisa nebeng. Termasuk Idling Stop Sytem (ISS) pada Vario CBS125 ini yang tetap pakai motor starter. Jadi, logika memang jalan, bila motor mati dan hidup kembali dengan hanya memelitir selongsong gas. Ya startarter CBS125 itu yang menyalakan ulang setelah sensor ISS mematikan mesin. Berarti bukan sulap bukan pula sihir, masih tetap teknologi.

ISS ta bukan barang baru. Teknologi yang bagi Honda disebut  fitur ini sudah ada pada Honda PCX 150 sejak Juni 2011. Karena hanya ada di matik premium yang lumayan mahal, teknologi ini kurang dikenal.  Harga PCX150 cuma Rp 30 jeti. Tapi sekarang, ISS pasti akan terkenal setelah dipasang pada Vario CBS125 yang diperkenalkan resmi oleh PT Astra Honda Motor (AHM) di The Hall Senayan City, Senayan, Jakarta, Rabu 20 Maret 2013.

Singkatnya, ISS membaca  putaran mesin dan sensor roda dalam keadaan diam dan akan melaporkan ke ECU. Laporannya begini; bos roda udah diam tuh, tinggal mesin yang dimatikan. ECU menjawabnya; 86 komandan, dilaksanakan..!  Timer ISS yang dilaporkan ke ECU ini akan menghitung mundur 3 detik dan mencut pengapian. Maka tidak ada energi yang terbuang cuma-cuma, makanya irit,”  jelas Sarwono Edhi, selaku Senior Analyst Technical Service Division PT AHM.

Jangan kaget dengan hanya memutar selongsong gas, ISS bisa menghidupkan kembali mesin. Karena tarikan kabel gas juga disensor langsung ke ECU untuk memerintah starter motor memutar kruk-as. Ya wajar-wajar saja hidup. Integrasi ISS dan ECU ini sangat kental. Tadinya, portal ini berkesimpulan dan terus berpikir dari mana energi membuat mesin bisa hidup lagi dengan hanya memutar gas? Jawabannya, ya starter itu.

Tapi, “Ingat ya starternya tidak sekasar motor starter biasanya. Starter model ini tidak terdengar dan terasa menggerakkan awal kruk-as. Halus, tidak mengganggu mati-hidupnya mesin. Kalau tidak begitu, ora wani pakai ISS,” jelas Sarwono yang saat peluncuran Vario CBS125 tidak hadir di Senayan, makanya tulisan ini rada terlambat. Biasa, portal ini tidak mau sembarangan soal teknik.

Ringkikan starter bisa diredam dan tidak menyedot setrum yang banyak karena modelnya adalah kumparan.  AHM menyebutnya ACG (Alternating Curent Generator) yang telah menghilangkan gigi-gigi lu, eh, sebagai media pemutarnya. Cerita kumparan berhubungan dengan magnet untuk memberi daya saling tarik-menarik. Kira-kira begitu, Pak? “Nanti saja kita bicarakan di pabrik soal ini dan saya undang tersendiri,” jelas Sarwono. Aduh, kapan, pak?

Aki  yang dipakai mempunyai voltase 12 volt 5 Ah, tentu tak cukup untuk mendukung ISS.  Ada juga peranti pembocor kompresi dan swing back yang membuat putaran kruk-as lebih ringan. Dekompresinya kurang keras sehingga kumpuran mudah memutar kruk-as, karena menghilangkan ayunan torsi dari kruk-as saat distarter. Dalam proses itu kompresi tidak melakuan perlawanan. Dan itu baru katanya, karena portal ini belum pernah mencobanya langsung.  Adit

MOTOR BARU LAIN:

Launching Honda Vario CBS125 2013, Harga Rp 16,35 Juta, Benar Pakai ISS..!

Yamaha Mio J Teen 2013, Desainnya Makin Populer

Pelan di MotoGP, Ducati Malah Kencang di Pasar

Kawasaki–Bajaj, Kerjasama Bikin Motor 200 cc



 

BAGIKAN