MotoGP 2013 Qatar: Rossi Juara!

 

ManiakMotor – Bukan sulap, bukan sihir yang bikin Valentino Rossi juara GP Qatar 2013. Kan balapannya saja baru 7 April nanti Bro!  Bukan pula ramalan Eyang Subur yang mendadak ngetop karena diramaikan Adi Bing Slamet itu. Rossi jadi juara di GP Qatar nanti adalah ulah eyang-eyang di balik rumah-rumah judi Eropa.

Para bandar ini telah meramaikan prediksi GP Qatar dengan salah satunya memfavoritkan The Doctor jadi juara selain Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. Tapi, apa iya Rossi yang dua tahun ‘mendem’ di Ducati itu bisa tiba-tiba juara dengan Yamaha YZR-M1?

Sangat bisalah Pakde! Ini analisanya. Rossi adalah tipikal pembalap yang jujur pada dirinya sendiri alias realistis. Jika ia merasa tak bisa melawan, tak akan ia katakan bakal fight sampai titik darah penghabisan. Ia akan bilang terus terang soal beratnya peluang. Tapi, jika ia bilang bisa menang, itu tak lain karena ia memang melihat peluang teknisnya untuk jadi pemenang.

Dan, peluang itu kini ia bidik di Qatar setelah melihat hasil adaptasinya dengan M1 dalam serangkaian tes pra musim. Di Sepang dan Austin, benar ia keteter dari Honda yang memang dikenal jagonya di sirkuit yang lebih dominan lintasan lurus dan tikungan cepat. Di trek macam ini teknologi pacuan sangat dominan.

Lain cerita di Jerez, trek liak-liuk dengan tikungan yang berdekatan. Ini sirkuit teknikal yang butuh skill tersendiri dan Rossi sudah buktikan jago di sana. Hasil tes terakhir di Jerez  meski pada menit terakhir ia bisa dilewati Cal Crutchlow (Monster Yamaha Tech3).  “Saya sudah sangat kompetitif. Tak sabar menuju Qatar dan siap bertarung dapatkan posisi terbaik,” tegas pemegang 7 gelar juara dunia kelas primer ini yang akhirnya bisa mengalahkan Lorenzo dan Dani Pedrosa di Jerez. Itu kemenangan pertamanya sepanjang tes 2013.

Nah, Losail adalah trek dengan kombinasi karakter Sepang dan Jerez. Artinya, ada bagian-bagian yang secara teknis menguntungkan Honda dan ada bagian lain dimiliki Yamaha, sekaligus keuntungan Rossi. Di sektor dua dan tiga Qatar cara mengambil tikungannya mirip Jerez. Otomatis di situ tingannya saling menyambung.

Itu dari aspek teknis. Non teknis, jangan tanya, Rossi seorang teroris saat balapan manakala ia bisa 'pegang' buntut lawan. Kecerdasan dan mentalitasnya akan muncul saat side by side. Ia tak mudah diteror saat berada di depan, tapi sebaliknya ia memprovokasi mental lawan, sehingga emosi dan akhirnya tak konsentrasi. Itu cirri khas The Doctor di MotoGP, bahkan sejak sebelum jadi The Doctor di kelas 125 dan 250 cc.

Modal mental inilah yang dibawa  Rossi memasuki Qatar dibandingkan Pedrosa, Lorenzo, dan Marc Marquez. Lorenzo dan Marquez sudah bilang gugup menjelang Qatar dan tak berani menargetkan kemenangan. Beda dengan Rossi yang bilang siap jadi terbaik alias pemenang. Kalau nomor dua atau tiga, bukan terbaik namanya. Pedrosa pun, bukan rahasia lagi kalau suka goyah di lintasan pada saat mendapat tekanan.

Pendek kata, Rossi bisa jadi akan dominan di Qatar. Ia punya M1 yang secara teknis tak bisa dibilang kalah dari Honda di semua lini. Dan, soal mental dan pengalaman, emang ada yang bisa melampaui The Doctor?

So, kalau sampeyan mau bertaruh sebungkus nasi uduk dengan seorang teman, kini  saatnya menjagokan The Doctor di Qatar. Tapi jangan lupa siapkan cadangan sebungkus nasi uduk lainya. Kalaupun nantinya kalah, setidaknya sampeyan tetap bisa makan nasi uduk juga! Andro

Berita Terkait

MotoGP 2013: Marquez Ikutan Gugup Jelang Qatar

MotoGP 2013: Rossi Mulai Nyaman, Lorenzo Sudah Gugup

MotoGP 2013 Tes Jerez: Crutchlow Bikin Ancaman, Ia Justru Jagokan Honda

MotoGP 2013 Tes Jerez; Crutchlow & Rossi Di Depan, Honda Malah Konsisten

 


Written by Administrator