MotoGP 2015: Mengenal Lebih Dekat Austin Di Texas, Sirkuit Main Fisik, Memang..!

 

 

ManiakMotor – Sebenarnya sirkuit ini telah diulas saat Austin pertama kali dugunakan pada 2013. Sekarang telah disesuaikan dengan keadaan masa kini. Karakter Austin yang berlokas di Texas, Amerika itu adalah sirkuit yang elevasinya atau sudut-sudutnya yang tajam. Pertaruhan pada fisik pembalap dan daya tahan motornya sekaligus lincahnya. Badan  akan bergerak terus dalam 20 tikungan yang rapat. Dan yang telah terbukti punya gerakan agresif dan fisik energik seperti Marc Marquez yang juara Austin berturut.

Dari semua data sirkuit di dunia, Austin yang punya desain seperti ‘ular’. Di sana banyak chicane atau tikungan berbalasan, ada 'U'-turn yang modelnya malah 'V'-turn atau tusuk konde, tapi punya dua trek lurus panjang. Sirkuit diarsiteki Hermann Tilke dari Jerman ini panjangnya 5.513 meter. Salah satu panjang trek lurusnya 1.200 meter. Bila panjang total dikurangi trek lurus hasilnya 4.313 meter, belum termasuk dikurangi trek lurus satunya lagi. Rata-ratanya dibagi 20 tikungan yang 9 ke kanan dan 11 ke kirii, setiap 220 meter harus belok.

Lalu bandingkan dengan Losail yang  panjang total Losail 5.400 meter dikurangi trek lurus, rata-rata setiap 269 meter kudu menikung, karena Losail hanya 16 tikungan. Tikungan Losail pun lebih banyak flow atau mengalir yang membuat tenaga pembalap bisa dicicil. “Harus percaya dengan kemampuyan M1 di Qatar. Peluang podium terbuka walau tantangan Austin sangat berat,” jelas Rossi yang 2013 hanya ke-6 dan tahun lalu ke-8. Sedang juaranya tahun lalu adalah Marquez, kedua Dani Pedrosa dan ketiga Dovizioso.

Austin banyak tikungan mati yang berlawanan dengan flow, tapi belum bisa dibilang maut, karena tak tanda wajib klakson untuk ‘menyapa’ para leluhur Indian yang mungkin ditembak para koboi seperti film-film koboi, justkidding. Ada empat tikungan desainnya ‘V’ yang kejam. Beda dengan U-turn yang masih ada jarak melaju untuk ‘menjalankan’ motor di dalam tikungan, walau keduanya disebut hair pin.

Tidak sekadar V, tetapi menuju ke tikungan itu diawal dengan kecepatan yang tinggi. Lalu berubah drastis sampai ke gigi satu seperti dikeluhkan M1 dua kali tampil di sana yang kedodoran. Semoga tahun ini rada mendingan, kan sudah pakai full SSG yang aktif turun gigi, obatnya model memelankan motor di depan tikungan V tersebut. Lihat saja nanti yang sesi FP1 dan 2 sudah dimulai 10 April 2015 di sana. 

Disebut perubahan sangat drastis dari sangat cepat jadi sangat pelan di Austin, menanjak dan menurun pula. Bahkan salah satu ‘V’ mengadang usai trek lurus 1.200 meter tadi. Di situ stamina terkuras melawan deselerasi yang bikin tubuh pembalap ‘disedot’ ke depan dan kembali ditarik oleh akselerasi keras keluar tikungan. Kedua epek berlainan itu disebut G-force atau gaya tarik bumi. Itu gaya yang paling banyak menguras fisik.

Dalam menikung pelan pun kelihatannya mudah. Tapi dalam pelan itu motor tidak mengalir. Tubuh pembalap yang justru rajin mengimbanginya. Maksudnya keseimbang motor berkurang di saat pelan ketimbang kencang. Itu pelan ukuran pembalap. Karena saat pelan itu putaran mesin drop jauh dari idealnya mesin MotoGP. Ya, butuh kontrol rpm yang ekstra yang butuh otak, otot lewat motorik.  Begitu elmu kira-kiranya. Namanya kira-kira hanyalah prakirawan yang terjadi dalam dua kali MotoGP terjadi di Austin.

Sirkuit yang melelahkan memang, kira-kira. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2015 Jelang Austin: Berharap M1 Rossi Laju Sampai Amrik

MotoGP 2015 Jelang Austin: Marquez vs Iannone, Duel Alumnus Moto2 Yang Tertunda

MotoGP 2015 Jelang Austin: Stoner Ngeper, Ogah Balik ke MotoGP

MotoGP 2015 Jelang Amerika: Menurut Rossi M1 Berat Di Dua Trek Lurus Austin, Tetap Kans Podium

MotoGP 2015 Jelang Austin: Dua Jam Operasi, DP Tak Harus Opname


Written by Administrator