MotoGP 2013 Jerman; RC213V Pedrosa Boros Ban, M1 Nggak..?

 

ManiakMotor – Ban cepat botak. Iya, ban slick memang botak duluan, tampangnya memang gundul. Maksudnya partikel kompon yang lengket aspal itu yang habis. Itu yang bikin Dani Pedrosa kendur akhir-akhir lomba. Yang sering degar alasan pembalap soal ban, sudah maklum saja. Maklum cerita ban, semua kontestan menggunakan ban produk sama.

Tinggal pintar-pintar tim menganalisa pilihan tipe ban dan menyetel motor hemat kompon ketika race.  Juga cerdiknya joki bisa merawat ban sepanjang lomba dengan gaya balapnya. “Saya tidak mengada-ada atau mencari-cari alasan. Apalagi yang terjadi di Assen, ban depan dan belakang habis bersamaan,” alasan Pedrosa usai balap di Belanda.  

Awal seri tahun ini, RC213V dianggap hemat ban lantaran punya reduksi mulus. Di saat yang sama musuhnya M1 yang dikebut Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo juga punya alasan ban. Belakangan ketahuan bukan bannya sebabnya, tetapi settingan M1 yang belum ketemu, terutama Rossi.  Ilmu kira-kiranya, itu juga menghinggapi RC213V. Tapi kok hanya Pedrosa yang mengeluh, sedang Marc Marquez teman setimnya di Repsol Honda tenang-tenang saja dengan karet item????

Flash File http://maniakmotor.com/images/IklanYamaha/yamahavixion.swf is not found

Ini cerita persamaan lewat Bambang Gunardi yang kebetulan jadi jury MotoGP di Assen, kemarin. Tapi ia bukan cerita MotoGP, namun sirkuit Sentul yang aspalnya keriting dan bergelombang  disinggahi seri Asian Talent Cup 2014. “Jawaban para petinggi Dorna dan FIM sederhana saja. Toh semua pembalap akan merasakan yang keriting dan bergelombang itu,” kata Bambang menirukan omongan mereka.  Artinya, silakan joki dan tim mengatur strateginya dengan model sirkuit seperti itu.

Samalah dengan kasus ban yang semua peserta memakai produk semerek. Pedrosa saat  di Mugello jalurnya selalu beda dengan Lorenzo. Bukan portal ini yang bilang, tapi sesuai analisa Marquez yang sepanjang 18 lap di belakang keduanya. Pedrosa selalu mengawali masuk tikungan yang punya sudut kecil, bukan parabolik.

Selain motornya mendukung, menikung gaya begitu bisa saja sudah bawaan Pedrosa. Trik  itu bikin traksi roda lebih kuat, butuh tenaga untuk lolos dari tikungan. Akibatnya kompon lebih banyak dikikis aspal. Di sisi lain musuhnya terus meningkatkan riset pada sasis yang tidak banyak memakan kompon. Balap tingkat dunia bro, setiap detik para insiyurnya berpikir selalu ingin terdepan. Bukan hanya mesin cepat, tapi motor yang nyaman dan hemat kompon.

Bukan hanya itu, stamina juga taruhan. Semua tahu postur Pedrosa yang paling mungil dari pembalap MotoGP. Di sirkuit yang melanggang terus dan goyang beibeh ia sering repot. Apalagi ditambah duel ketat, Pedrosa cenderung ‘mengalah’.  Kalau ia terus melayani, jelas akan kehabisan ban dan tenaga.    

Di sirkuit anticlockwize seperti Sachsenring di Jerman, Pedrosa selalu lebih unggul, karena ia seorang kidal. Otak kirinya jalan. Dia empat kali juara di sini loh, Rossi sendiri baru tiga kali. Untuk menjejaki racing line, Pedrosa tidak banyak memaksa dan rileks. Motornya asyik meluncur dan mengalir, ya ban dan staminanya jadi awet. Apakah lomba 14 Juli nanti jadi milik Pedrosa? Belum tahu.... Miolo

BACA JUGA

MotoGP 2013: Pol-Polan di Misano, Ducati Kerahkan Tujuh Pembalap

MotoGP 2013 Sachsenring (Jelang): Sindir Ducati, Rossi Berani Target Menang

MotoGP 2013 Jerman; Ujian Paket M1 Rossi Di Sachsenring

MotoGP 2013: Posisi Crutchlow Makin Penting, Dorna Siap Jadi Penyelamat

MotoGP 2013 Jelang Sachsenring Jerman; Wah... Marquez Ke Dokter Lagi


Written by Administrator