Grasstack Ciamis, New MegaPro Vs Ninja 150

 

ManiakMotorKelas pamungkas sama dengan ajian paling top dalam event.  Di grasstrack predikat itu ada pada campuran sport  tune-up s/d 150 cc senior.

Speksifikasi kelas ini  butuh joki terampil untuk menggaruk tanah.  Setelah tanahnya gembur, barulah diberi bibit. Bila  berbuah, silakan dipanen. Yang dapat tentu saja promotor dan pembalap yang juara.      

F. Chimon, Tommy MJ, Chikal Faizal dan Iwan MJ adalah nama-anama penggaruk tanah grasstrack jempolan. Mereka sudah pernah memanen di mana-mana dan termasuk akan ‘petik hasil’ di Djarum Coklat Extra Grasstrack (DCEG) Region 2 Seri  3 di sirkuit Andalas, Astana Gede, Kawali, Ciamis, Jawa Barat.  Hasilnya, ya, hadiah bro.

Kali ini yang ikut bertarung menggaruk sirkuit Andalas adalah Honda New-Mega Pro yang dipacu Chimon (Honda Banten MPS KYT IRC AHRS). Dia seperti menantang dominasi Kawasaki Ninja di kelas ini. 

“Peserta bebas pilih motor 4-tak atau 2-tak yang penting aturan kapasitas mesin.  Bagi yang 2-tak maksimal 150 cc, buat 4-tak 250 cc. Itu sesuai konversi tenaga antara 2-tak dan 4-tak,” sebut Roesbangin, selaku pimpinan lomba sebelum moto 1 dimulai. Maksudnya, bukan Roesbangin yang di depan. Tapi dia pimpinan lomba yang bertanggung jawab dalam jalannya balapan alias clerk of the course dalam event racikan Montesz Sport Club ini.

Benar saja dari 9 tracker,  8 peserta menggunakan Ninja 150 yang 2-tak. Berarti Chimon satu-satunya penunggang 4-tak. Chimon hanya kedua di belakang Tommy MJ. Wah, kalau masih ke-2 berarti belum mampu bro. Punya progress, ya kaleee. “Bagaimanapun Ninja masih oke. Tapi, Chimon dengan New Mega Pro-nya membahayakan ke depan,” sportif Tommy yang adik kandung Iwan MJ itu usai moto 1.  

Hehehe, sorry brojack. Tommy dengan susah payah menekuk wajah baru grasstrack tersebut.  Lomba kali ini seperti Ninja Vs New MegaPro dan Chimon Vs Tommy.  Keduanya cekatan melahap superbowl yang tingginya 40 cm dan berjejer 10 itu.  “Tapi ini mesin daya tahannya harus ditingkatkan. Di lap-lap akhir tenaganya menurun, itu yang membuat kalah di moto-2,” jelas Chimon. Wah, tenaga manusianya atau motornya, bro?

Apa pun hasilnya, New Mega Pro membuktikan mampu menggaruk tanah.  “Dari awal kita yakin. Spek-nya menunjang, sudah monosok, teknologi mesin  pakai rocker-arm macam Blade. Stroke 57,3 mm dan diameter silinder 55.8 mm tinggal dibikin jadi 250 cc. Saat ini belum sampai 250 cc, karena masih pakai boring Honda Tiger,” kata Abdul Syukur, mekanik yang tangani  mesinnya.

Kuda pacu garuk tanah bernomor start 24 ini diberi julukan ‘Jesicca’. Itu motor telah diriset  sekitar 3 bulan. Namanya juga riset, pasti banyak masalah. “Terutama penggunaan  oli yang encer, malah kurang melumasi bagian atas mesin, tapi sudah bisa  teratasi,” sambung M. Fachmi, bosnya Chimon.

Mantaplah dapat petik panen garuk tanah. Ardel

BERITA TERKAIT

Hasil Lomba Djarum Coklat Grasstrack, Ciamis, 6 - 7 Oktober 2012

Grasstrack Subang, Garuk Tanah Sawah..!

Grasstrack IRC Semarang, Pakai Silinder PDK

Kejurnas Grasstrack Semarang, Deru Dalam Debu


 


Written by Admin