Articles

Injeksi Mio J Sederhana

 

ManiakMotor – "Semakin Cepat Semakin Irit...It’s Magic." Itu betul. Seserderhana itu membaca dan perawatan injeksi pada Yamaha Mio J. Tidak perlu berbusa dengan teori teknik, you yang baca jadi pusing 7 pijatan. Wenak to, asyik to, dipijaaaat..! Lagian belum tentu penulisnya mengerti. Termasuk juga yang mengetik ini. Yang jelas, injeksi pada matik lompatan teknologi motor di Indonesia. Persis pengapian dari platina  ke CDI akhir 80-an.

Pertama injeksi masuk ke Indonesia, konsumen  terpaku, diam. Lalu berpikir.... kalau mogok di hutan, gimana? Banyak hantu di sana! Yiii...!  Jangankan konsumen, produsen pun tidak percaya, injeksi lebih sempurna kinerjanya dan sederhana perawatannya. Mereka belum siap dengan sdm seluruh bengkel Indonesia. Khawatir, jika bermasalah  perangkat injeksinya tidak tertangani. Itu dianggap mengganggu purnajual. Injeksi yang lebih irit 35 persen dari pendahulunya pun, hanya tontonan teknologi.

Dengan teknologi injeksi, hambatan lebih minim dibanding karburator. Dengan modal cairan pembersih, pemilik Mio J bisa melakukan servis sendiri. Humm, makin sepi tuh bengkel.

“Yang dibersihkan cukup saringan bensin dan udara sampai  ke throttle body. Karena semua telah dikerjakan elektronik. Beda dengan karbu, setiap jangka tertentu harus disetel, karena bekerja mekanikal akan mengalami kehausan suku cadangnya,” kata Usman Adi alias Gembleh, chief mekanik seluruh Tunas Toyota Indonesia.

Lebih layak ditanya pada orang mobil, memang. Puluhan tahun dengan berbagai tingkatan dan hambatan injeksi, mereka telah tangani. Ditanya ke pabrikan motor, mereka baru kemarin pegang injeksi, brosist. Jadi adil ceritanya. “Jika kebersihan bahan bakar dan udara terjamin, sepanjang motor itu hidup, injeksi gak akan pernah rusak,” jamin Gembleh. Berarti, bisa jadi besi tua sama-sama dengan motornya, dong.

Wajar Yamaha Mio Soul GT atau Mio J yang injeksi bikin heboh. Seperti disihir pasar matik Indonesia. It’s Magic! Mio J juga pakai semprotan bahan bakar elektronik yang disebut YMJET-Fi, itu adalah kode pabrik. Toh, prosesnya sama, injeksi yang disensor dari CDI sesuai putaran mesin yang membuatnya ‘semakin cepat semakin irit’ dan murah. Ya, semakin di depan, dong. 

Lanjut, rata-rata konsumsi bahan bakar pengantar daya otomatis, lebih boros bahan bakarnya. Reduksinya hanya mengandalkan puli terbang, melayang atau apa pun namanya. Itu butuh tenaga ekstra dengan putaran tinggi. Beda dengan persneling yang setiap giginya mereduksi kembali putaran mesin sesuai kecepatan. Jauh lebih irit. Tetapi itu disulap lewat YMJET-Fi pada Mio J.

Bebek persneling dengan kapasitas yang sama dengan matik, seliter bisa tempuh 75 km.  Sedang matik paling irit dengan mengendara yang serba halus dapat 45 km. Bayangkan, kalau pakai injeksi yang bisa lebih irit 35 persen. Berarti konsumsi bahan bakar Mio J telah sama dengan bebek.

Sebab, udara dan besin sudah diaduk oleh elektronik pintar yang namanya ECU. Dia akan  menyesuaikan dengan suhu sekitar, beban dan putaran mesin saat itu. “Keunggulan itu yang kami promosikan sejadi-jadinya,” papar Eko Prabowo, GM Promosi PT Yamaha Indonesia Manufacturing.

Sederhana kan... Miolo

BERITA TERKAIT:
Vespa S150ie, Ingat Kakek Gue
Kawasaki Ninja 250, Bukan Ijo..?
Honda New Mega Pro 2013 Ubah Tampang
Bajaj Discover 125ST, Aca-Aca Saja
Scoopy 2013 Tinggalkan Kesan Retro
Yamaha New Xeon, Genit Kali!
Honda Wave 110i 2013, Bebek Dijual Di Eropa
Suzuki Thunder 250 New, Sambangi PRJ Lagi

Written by Admin