nhk

Indoclub 2018 Sentul: RX-King 140 cc Super-Pro Dan UB125 2T TU, Suara Mesin Merdu, Aroma Oli Khas 2T

Wuih ramenya

ManiakMotor – Mesin bebek 125 yang telah dipermak jadi Bebek 125 TU, suaranya memang merdu. Punya nont dan nada racing dari porting-porting 2 langkah yang telah  diangkat alias dipersingkat lintas keluar-masuknya bahan bakar. Sudah singkat, besar pula debit dengan karbu besar, membran kompetisi dan knalpot racing yang free flow. Mantap jiwa, kata anak muda sekarang!

Yamaha 125Z. Tampang seperti ini masih dirindukan

Itulah yang membuat kelas yang dikenal dengan undebone ini punya daya tarik dari suara, kecepatan dan aroma asapnya. Makanya zaman dulu ada istilah diasapi. Macam Indoclub Championship (IC) membuka kelas ini. Dan ada khusus kelas Underbone 2T TU Pro dengan hadiah yang menggiurkan, pula. Maka membuat motor-motor yang pernah tenar di kejurnas balap motor Indonesia pada bermunculan. Termasuk pembalapnya dan penontonnya. Tuh seperti video ini.

“Bayangkan ada 34 peserta yang ikut di IC seri terakhir ini. Itu tanda, balap motor kita masih butuh 2T. Motor-motornya belum hilang dan masih tergolong murah, kalau sekadar untuk pembinaan balap motor di Indonesia. Itu kalau dibanding MP1 saat ini dari segi perawatan dan membangunnya,” kata Rulianto Katam, tokoh balap motor Indonesia yang jadi penasehat di IC.

Katam bercerita peserta seri akhir IC yang berlangsung 22 – 23 Desember 2018 di Sentul Karting atau Sentul Kecil, Bogor. Khusus mesin-mesin 2T yang banyak diminati itu, diperlombakan Ahad ini. Barusan Underbone 2T 125 Pro sudah ada juaranya. Ini kelas diikuti pemain papan atas Indonesia yang up to date, macam Wawan Wello, Reynaldi Pradana, Rusman Fadhil dan bahkan Rey Ratukore ikutan.

Dulu yang sudab lama, saat masih underbone 2T yang dikejurnaskan, ada ciri tersendiri pada kelas puncaknya dibanding kelas di bawahnya. Yakni suaranya yang racing tadi, saat ditarik alias on throttle muncul suara langsung melengking pada putaran atas. Itu saking sempitnya power band ala two stroke. Maksudnya suara yang enak itu terdengar di putaran 8.000 ke atas, karena di situ power utuhnya muncul.

Pertarungan papan atas berebut hadiah Rp 10 jeti yang juara

“Saat off throttle dengan magnet dan paket pengapian yang racing kebanyakan dari special engine, mesin seperti diam. Ketika dibuka ada teriakan merdu,” kata Cheppy Sugiarto yang ikutan di IC yang bisa dibilang mekanik tiga  generasi, ya saat mesin 2T masih dikejurnaskan dia terlibat, saat musim ECU dengan 4T dia pun bagian dari papan atas, ketika 2T ramai lagi seperti di IC ini, eh dia ada.

Sama juga dengan kelas RX-King 140 Super Pro. Zaman Sport TU 150 dulu, memang RX-King dipaksa masuk pada kelas tersebut untuk melawan Ninja 150 PDK, TZM150 dan NSR150SP. “Nah motor-motor 150 ini peredarannya di Indonesia sudah berkurang. Kecuali Ninja 150. Yang siap sekarang dan penggemarnya masih tumbuh adalah RX-King. Makanya kelas ini spesial dengan hadiah spesial juga,” papar Denny Wajonk, penyelenggara  Indoclub sembari memberitahukan kelas RX-King Super Pro yang terdaftar 40 pesertayang harus melakukan babak penyisihan.

Perlu ditambahkan juga termasuk RX-King dengan knalpot telo-nya, suara tersebut memanjakan telinga. Sedang hidung akan cium  aroma oli racing campur 2T. Humm wangi…! Ok cerita lombanya ditulisan berbeda, ya. Tapi kalau mau lihat video ramainya di siniRaider

BACA JUGA
Hasil Indoclub Championship, Sentul, Bogor, Jabar 22 – 23 Desember 2018

Indoclub 2018 Sentul: Underbone 125 TU 2T Pro, Sikut Welo vs Rere, Pemenang 125Z Karbu PWK28 Sudco

Indoclub 2018 Sentul Kecil, Busi Brisk Unjuk Aksi, Diskon Dan Hadiah..!

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353