nhk

Indoclub 2018 Sentul: Underbone 125 TU 2T Pro, Sikut Welo vs Rere, Pemenang 125Z Karbu PWK28 Sudco

Yamaha 125Z. Tampang seperti ini masih dirindukan

ManiakMotor – Underbone 2T 125 (Mix Engine) termasuk yang ditunggu di acara ronde akhir Indoclub Championship. Karena di situ muncul bebek-bebek ‘goreng’ two stroke yang ngetop di zamannya. Juga diikuti pembalap top papan atas saat ini yang kebetulan mereka libur usai melaksakan kejurnas dan kejuaraan internasional.

125Z Wawan pakai knalpot ABRT20 dan data loger

Final kelas ini berlangsung 15 lap di Sentul Kecil pada Ahad 23 Desember 2018. Dari hampir 30 peserta yang finish hanya 11 pembalap, “Dari kering tiba-tiba basah, ya hujan. Ya repot. Tenaga mesin 2T yang besar,” kata Rey Ratukore (Mihama Cargloss Tacetech) yang menggunakan Yamaha 125Z dan gagal finish yang menempati grid 9 dengan hasil QTT 57.429 detik.

Aksi Welo

Yang juara Wawan Wello yang ‘sikut-sikutan’ dengan Rere alias Reynaldi Pradana. Wawan yang membela Aqiela Motorsport ABRT20 dari grid keempat dengan time 57.262 detik. Sedang Rere dari Cisadane Motor terdepan di grid dengan 56.461 detik dan silakan lihat hasil di bawah tulisan ini. Mau lanjut lihat racenya juga ada videonya di sini antara Welo dan Rere yang sikut-sikut sikit.

“Main underbone 2T ini jauh berbeda dengan 4T injeksi. Pakai 125Z harus rajin mengobok kopling untuk slip, agar dapat torsi idealnya pada rpm yang tepat. Tapi slipnya jangan kebanyakan. Kebanyakan artinya berlebihan, bisa gosong koplingnya,” papar Wawan yang menggunakan 125Z yang dikorek AB Bendol.

Bendol memasang pengapian full set special engine YZ125. Makanya naiknya rpm 125Z mantap akselerasinya. Dengan waktu pengapian yang dikur dengan dial 14 mm sebelum TMA yang efisien bermain 15 lap saat lomba. Menggunakan karbu PWK28 Sudco sesuai aturan kelas tersebut sangat nikmat menyimaknya. Enak pula didengar yang dikawinkan pipa pelepas gas buang alias knalpot ABRT20.

Wuih ramenya

Wawan mengaku sebenarnya saat lomba, nggak semua tenaga 125Z muncul. Itu terlihat dari best time hanya 58 detik, “Susah. Hujan gerimis, kering lagi, gerimis lagi. Jadi hanya berusaha agar konsisten, lantaran kondisi cuaca sangat berpengaruh pada ban. Untung saya ditolong suspensi belakang Ohlins,” tambah Wawan yang bercerita ketika race pada hari yang sama dengan kualifikasi.

Beda lagi dengan Rere yang mengaku repot dengan rasionya. Katanya, rasio kerap kembali ke netral ketika usai melakukan pindah reduksi, “Motor sudah kencang. Cuma, sering pindah sendiri. Padahal saya sudah menemukan cara main 2T dengan menjaga putaran mesin yang tepat saat pindah gigi,” kata Rere yang tetap mensyukuri bisa kedua dengan perjuangan keras lantaran sempat terporosok ke-5. Kalau mau lihat videonya di sini. Riz/Raider

BACA JUGA

Hasil Indoclub Championship, Sentul, Bogor, Jabar 22 – 23 Desember 2018

BAGIKAN