nhk

IndoPrix 2013; Dongkolnya Ibnu Sambodo Pada Teknologi IP

 

ManiakMotor – Prestasi di balap memang hanya bisa berharap nomor satu. Penentu utamanya balapannya langsung. Kalau ingin ke-1 mulu  mendingan balap sendiri saja. Kalau balap ramai-ramai harus punya joki terampil dan teknologi terkini yang diatur aturan, nah berdoa saja juara datang.

Itu yang bikin dongkol pawang Kawasaki Manual Tech IRC (KMTI) di IndoPrix 2013. Siapa lagi kalau bukan Ibnu Sambodo. Pria yang dipanggil Pakdhe-nya mesin bebek ini sebut, IP saat ini meleset dari kalkulasi teknologi korekannya yang manual, makanya disebut Manual Tech. Prestasi KMTI pada  2013 menurun drastis. Padahal tahun lalu juara IP125 lewat Yudhistira dengan Kawasaki Edge.

Ini pengakuan Ibnu sendiri, bahwa ia tidak menduga terobosan teknologi injeksi Yamaha. Z1 begitu dari Jepang, langsung oke. Peraciknya para insiyur racing Jepang yang biasa tangani prototipe. Makanya ia hanya bisa dongkol dalam tanda petik, loh. “Jika mau dilawan sama-sama dengan teknologi tinggi, harus pakai duit. Bia dilawan dengan teknologi manual, juga butuh waktu dan dana,” papar Ibnu.

 {Flash=images/IklanYamaha/yamahavixion.swf|width=500|height=160}

Ia juga bilang ada aturan-aturan pada Z1 yang sebenarnya berlawanan. “Tetapi IP bisa apa? Kalau Yamaha mundur, ruginya IP juga dan peserta. Seperi itu dilema di balap motor kita. Itu wajar. Jangankan di Indonesia, di MotoGP saja begitu, kok,” jelas Ibnu sembari bisik pabrikan kecil hanya bisa jadi penonton. 

Ditambah Kawasaki bukan penjual bebek sebagai pasar utama. Bebek Kawasaki juga belum ada injeksi. Nah ini yang bikin Ibnu kian tongkol, eh dongkol pada sendiri. Sebab, mana mau Kawasaki Motor Indonesia meluncurkan dana sebesar Yamaha misalnya untuk bikin injeksi, karena memang nggak ada bebek injeksinya. Jadi Ibnu hanya putar dan peras otak. Masih bagus kalau ada yang bisa diperas.

Yang paling meleset juga kejar-kejaran poin di IP. Ibnu mulai dongkol ketika ditentukan Sentul Besar atau Sentul International Circuit tidak digunakan di seri IP 2013. Padahal spesifikasi dasar Kawasaki Edge yang dirawatnya hanya bisa menghimpun poin maksimal di Sentul Besar dan Binuang di Kalimantan Selatan. “Ya sudah saya makin dongkol dari pada berpikir jernih menciptakan mesin andal,” jelas Ibnu sembari lirik sana dan sini lewat telepon.

Edge dengan stroke atau langkah piston 50 mm, memang hanya teriak di sirkuit panjang. Silakan bandingkan dengan Honda Blade yang stoke-nya 55 mm dan Jupiter Z atau Z1 57 mm. Tahun lalu, poin maksimal Kawasaki dihimpun di Sentul Besar membuat Yudhistira menuntaskannya di Binuang sebagai juara IP125. “Tahun ini sudah pasti terbang tuh juara,” dongkol Ibnu.

Sabar-sabar Pakdhe, tawakal di bulan puasa. JMiolo 

BACA JUGA

Ibnu Sambodo Buka Kursus Mekanik Road Race, Drag Bike, Grasstrack, Sampai Mahir..!

IndoPrix 2013 Jelang Seri IV Sentul, Semangat Kawasaki Manual Tech

IndoPrix 2013 Sentul Seri IV; IRC Slick Dibagikan, Tapi Belum Dipakai

Modifikasi Jupiter Z1 Racing IndoPrix 2013; Buka-Bukaan Korekan Mesin, Pakai ECU YZF250

IndoPrix 2013 Seri 4 Sentul; Race-2 IP125 Tetap Jupiter Z1 Racing (Lagi)

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353