nhk

IndoPrix 2013 Jelang Seri III Kenjeran; Suzuki Jangan Di Belakang Melulu Dong

 


ManiakMotor – Di antara kontestan IndoPrix (IP) 2013 pabrikan Suzuki paling wah soal personel tim. Mulai dari mekanik, motor sampai pembalap, langsung diimpor dari negeri Sakura atau Jepang. Turun hanya satu tim di IP dengan label Suzuki Top 1 Racing (STR), harusnya bisa fokus pada pengembangan teknologi balap bebeknya. Kan yang diurus STR doang, akses pun pabrikan Jepang langsung, cui.

Ayo bayangkan, pembalap utamanya Yoshiharu Okada yang aslinya tester dari Yoshimura. Ini perusahaan yang bergerak di bidang racing part mulai dari motor gede seperti superbike sampai dengan bebek yang diadu di IP. Yang paling ngetop, tentu saja kenalpot Yoshimura.Tentu itu bukan semata kenalpot, tetapi udah mengular.

Dua seri lewat, pembalapnya malah juara dari belakang. Bahkan kebanyakan tak lolos  dari kuota kualifikasi.  Menuju seri tiga IP2013 di Sirkuit Pantai Ria Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur pada 25-26 Mei, tim pabrikan ini  baru mengumpulkan 3 poin lewat Okada di IP 110. “Balap harus tetap optimis. Di seri III ini seharusnya meningkat. Karena sudah ada pengembangan suku cadang yang berpengaruh pada performa motor,” kata Felix Judiarto selaku manager Suzuki Top 1 Racing.

Tadinya Okada ditemani pembalap pemula Kalimantan Timur yang bernama Ocvan Irfana. Itu sesuai program Suzuki dalam membina pembalap muda. Mereka pilih pemula dari motoprix yang langsung promosi ke IP. Eh,  baru seri pertama, sudah tersendat. Ocvan tiba-tiba hilang di seri 2 dan digantikan Ivon Nanda dari  Sumatera Barat. “Pergantian  itu semata-mata karena soal teknis saja,” lanjut Felix tanpa banyak bercerita soal STR.

Menurut data seri kedua yang juga di Kenjeran pada April lalu, Okada hanya mampu mencetak 40,730 detik untuk satu lap di sesi kualifikasi IP125 alias masih tertinggal 1,740 detik dari peraih pole position. Akibatnya pembalap Jepang yang jauh-jauh dari Jepang itu, harus jadi penonton, karena terdampar dari kuota yang bisa tampil di Kenjeran. Ivon meski bisa ikut lomba namun timenya masih kisaran 40 detik, dan saat lomba Ivon harus masuk pit lebih dulu. Saat seri dua itu, Suzuki dapat poin nol.

Yah, itu tidak sebanding dari budget tim yang kelihatan dari tampilannya sudah gila-gilaan. Bisa jadi setara membangun enam biji Jupiter Z1 yang injeksi dari Yamaha Racing Jepang. “Saya yakin seperti itu dananya. Bedanya punya Yamaha terarah. Sementara Suzuki tidak punya program jelas, sehingga dana seperti hanya dihambur-hamburkan dalam riset yang ngaco,” jelas sumber dari dalam yang sangat ogah disebut namanya.

Tragis memang mengingat masa jaya Suzuki pada ’90 sampai awal 2000-an. Bahkan sampai era 4-tak masih ada Ibnu Sambodo dan almarhum Michael Iskandar atau ngetop dengan  Om Cia. Juga AHRS. Malah awal-awal 4-tak masih sempat memimpin lewat Owie Nurhuda, Firman Farera dan Ahmad Kohar.  “Suzuki harus mengatur ulang strateginya, bila seri 3 IP ini masih tetap dapat nol. Emang dipikir pembalap Jepang itu, gampang balap bebek,” ingat Nanang Gunawan, mantan pembalap Suzuki era 70-an dari markasnya di Condet, Jakarta Timur.

Ayo, Suzuki jangan di belakang melulu dong. Atau ikut drag bike saja, pakai FU. Adit,Miolo

BERITA TERKAIT:

Klasemen IndoPrix 2013

IndoPrix 2013 Jelang Seri III Surabaya, Kawasaki Harus Pakai Fisik

IndoPrix 2013 Jelang Kenjeran Seri III, Jepang Dikurangi, Teknologi Jupiter Z1 Pindah Tangan

IndoPrix 2013 Jelang Seri III Kenjeran, Pembalap Honda Ditarget Santai Dan Fokus

Launching Pertamina Enduro 4-T Racing Team; Harlan Bikin Target, Pakai Injeksi Di IndoPrix

IndoPrix 2013 Jelang Kenjeran Seri 3; Jagalah Pergerakkan Badan

 

BAGIKAN