nhk

Indoprix 2014: Fitriansyah Kete Sikat Double Winner Bersama Ban FDR, Ban Segala Motor!

 

 

ManiakMotor – Setelah power dan daya tahan Jupiter Z1 Racing didapat, urusan selanjutnya ban. Ban di balap motor, you tahu sendiri perannya. Macam Jupiter Z1 Racing yang mengantar Fitriansyah Kete double winner di IndoPrix 20014. Juara itu dipastikan di sirkuit Balipat, Binuang, Kalsel yang acaranya telah berlangsung 22 – 23 November 2014, lalu.

Tanya Kete sendiri apa yang membuatnya konsisten setiap serinya. Lalu tanya juga dia berkali-kali mencetak rekor baru setiap sirkuit yang digunakan IndoPrix 2014. “Jujur saja soal rekor setiap sirkuit dan juara saya, peran ban sangat berpengaruh. Apa artinya motor punya power kuat, bila ban tak ada grip,” jelas Kete yang membela Yamaha Tunggal Jaya tersebut

Kete memang keberatan sebut merek ban. Tapi kan, tahun ini FDR menjadi official tire IP.  FDR adalah hasil rancang bangun P.T Suryaraya Rabberindo Induatries (SRI) untuk segala motor. Ban Indonesia yang berhasil meriset dan mengembangkan ban yang punya kompon racing. Risetnya sesuai iklim balap Indonesia bersama cuaca, suhu dan kondisi sirkuit yang sering digunakan di Indonesia.

Contoh untuk lokalan Indonesia, FDR yang pertama mengeluarkan ban slick. Ini ban ‘botak’ tapi punya grip kuat, lantaran semua permukaan tapaknya bersentuhan dengan aspal, ukurannya untuk pelek bebek. Ban yang delapan tahun lalu hanya jadi impian para pembalap Indonesia. Kalau ada pun yang namanya ban slick, mendatangkannya muaaahal, pak.  Sekarang di toko sebelalah silakan tanya, pasti dibilang penjaga  tokonya, ada! Mereknya FDR tipe FR75. Ini ban yang pas buat panas aspal di atas 450C khas negera tropis di negara katulistiwa yang mataharinya di atas kepala sampeyan, bila siang bolong.

Ada juga riset konstruksi ban yang berhasil dimainkan PT SRI sesuai kondisi sirkuit Indonesia. Kondisinya bila nggak di trek dadakan yang jalan umum dibikin lintasan yang kondisi treknya sudah pasti bergelombang. Atau sirkuit semi permanen seperti dipakai seri terakhir IP di Binuang. Atau Sentul Kecil apalagi Sekayu di Sumsel yang umumnya aspalnya keriting akibat kurang perawatan. Ketika rusak hanya dtambal sana-sini, maka jadinya kribo.  

Sirkuit seperti itu cocoknya FDR MP27. Konstruksi dindingnya lentur, komponnya mudah mengikuti jalanan keriting saat menjejaknya, grip tetap ada walau mantul-mantul. Karena memang diriset untuk sirkuit seperti itu. “Saya menggunakan dua ban itu di IP125 dan IP110 di Binuang. Depan FR75 dan belakang MP27. Alasannya, depan kan tak banyak terima tenaga. Sedang belakang untuk akselerasi di aspal Binuang banyak yang rusak,” tambah Kete yang namanya melejit pertama kali di PON Kaltim dan dia asal Kaltim juga.

Riza dari Dept Head Marketing P.T SRI bercerita. Khusus IndoPrix sebelum dua minggu seri berlansung, pasukannya kembali mengambil sampel. “Itu sama dengan up-date kondisi sirkuit terakhir yang dicocokan dengan ketersedian ban. Faktanya memang di Binuang misalnya, banyak pembalap yang menggabungkan tipe ban depan dan belakang, karena kondisi sirkuit,” kata Riza semberi bilang setiap saat FDR akan mengembakan tipe-tipe yang sudah ada. GS

BACA JUGA

IndoPrix 2014 Binuang: Suzuki Satria FU150 Juara Umum IP150

IndoPrix 2014; Perjalanan Jupiter Z1 Racing Di Balap Motor Indonesia, Dua Kali Double Winner

IndoPrix 2014 Seri 5 Binuang: Hanya Isu Honda Mundur Dari IP

IndoPrix 2014 Seri 5 Binuang (Race-2 IP125): Kete Juara Ganda Di Balap Bebek Indonesia

 

 

BAGIKAN