nhk

IndoPrix 2014; IRC Fast-1 Dan 3 Kering-Basah, Jaminan Catatan Waktu Tajam

 

ManiakMotor – IRC tahun ini telah mempersiapkan ban slick yang sudah otomatis untuk kering dan basah yang pasti buat hujan. Kedua tipe ini teruji saat one make race (OMR) Honda dua seri berturut di tempat berbeda. Kebetulan keduanya punya cuaca yang bertolak belakang. Satunya panas bangat yang cocok dengan slick dan satunya lagi kompon hujan.

Baru teruji di OMR, namun OMR Honda diikuti mereka yang juga berlaga di IndoPrix. Adalah dua tim Honda didukung IRC yang bercerita lewat hasil yang spektakuler. Yakni Honda Cargloss IRC AHRS dan Honda Dyaha NHK IRC yang Tegal, Jateng menyapu semua kelas seeded. “Slick Fast-1 IRC ini memang luar biasa. Baru kali ini digunakan, tapi langsung pas dengan motor,” jelas Owie Nurhuda pembalap AHRS dan Adi Bontot dari Daya yang keduanya pembalap inti IndoPrix.

Sampai di seri terakhir balap semerek Honda itu, giliran hujan. Di sini peran IRC Fast-3. Para pengguna ban ini dengan enteng melibas sirkuit yang basah. Tapi bebek-bebek yang memakai Fast-3 bisa melaju tanpa khawatir roda melintir akibat tekanan air yang melapisi aspal. 

IRC Fast-1 yang ‘botak’ tapi punya kompon ‘ngelem’ di aspal bikin berani pembalapnya membetot di tikungan. Ban ini telah diriset pertengahan 2013. Saat itu, pembalap pengujinya adalah Hokky Krisdianto. Catatan waktu di Kenjeran bisa lebih singkat 1 detik ketimbang menggunakan IRC Razzo. Tapi kan, catatan itu tidak resmi lantaran bukan didapat di event resmi.

Saat itu diisukan akan digunakan di seri 4 IndoPrix. Ban ini pun sudah disuplai ke Sentul Kecil, “Aturan tak bisa diubah di tengah jalan. Pembalap dan tim yang tidak disponsori keberatan. Sekarang sudah teruji di OMR. Tahun depan, bila IRC masih dengan IndoPrix, semoga semua catatan waktu di sirkuit akan pecah dengan ban ini,” yakin Yanto Gondrong, koordinator event IRC.

Sedang IRC Fast-3 dirancang para insinyur karet ban Jepang, untuk mendampingi Fast-1. Alur bannya didesainbisa mengalirkan air ke belakang dan samping untuk mencegah ban mengapung. Maksudnya, “Ban tetap bersentuhan dengan aspal dan air akan sendirinya mengalir di kembang ban ini. Tentu juga didukung kompon lunak agar suhu ban tetap meningkat walau saat hujan,” dukung Dodi Yanto dari marketing dan periset IRC di lapangan.

Begitu ceritanya. Ardel

BACA JUGA

IndoPrix 2014; M Fadli Memperkuat Supersport 600 Honda AHRS Dan Bebek IndoPrix

IndoPrix 2014; Dibuka Kelas Sport 150 cc Four Stroke

BAGIKAN