nhk

Indoprix 2014 Sekayu; Kulifikasi IP110/IP125, Si Kete Terbang Dengan Z1 Jepang..!

 

 

ManiakMotor – Rasio kompresi dan gigi rasio jadi fokus di ronde 2 IndoPrix 2014. Sirkuit Skyland di Sekayu, Muba, Sumsel yang digunakan pada 24 – 25 Mei ini, memang menuntut untuk itu. Sirkuit ini panjangnya hanya beda dikit dengan Sentul Besar. Jarak Skyland 3.2 km meter, Sentul Besar 3.8 km. Padahal tahun lalu sampai saat ini, bebek IndonPrix belum pernah bermain di sirkuit besar.

Karenanya, kompresi dinetralkan, maksudnya diturunkan untuk mengejar putaran mesin yang lebih tinggi. Sedang rasio giboks atau percepepatan untuk nafas reduksinya yang dibikin panjang-panjang.  “Kedua rasio ini berubah total. Kompresi mesin turun dan rasio tiap gigi lebih renggang,” jelas Hawadis, mekanik Yamaha TJM tempat Fitriansyah Kete dan Rey Ratukore bernaung.

Kedua pembalap TJM tersebut sejak free practice (FP) sampai kualifikasi bermain di papan atas dan sangat atas di dua kelas IP. Keduanya tentu menggunakan Yamaha Jupiter Z1 Racing karya Jepang.

“Rupanya motor ini mau saja di trek pendek-pendek seperti Sentul Kecil, tapi juga enak di sirkuit panjang seperti Sekayu,” kata Kete sembari menjelaskan keuntungan menggunakan teknologi injeksi. Katanya motornya punya tenaga di semua sektor dan ia tak lelah memainkannya. Maklum, Kete tahun lalu masih pakai versi karbu

Aturan saat ini di IP sejak FP sudah harus dibetot, karena nantinya tiga FP diakumulasi untuk maju ke Q2. Yang 10 di bawah hasil akumulasi akan ikut Q1. Tercepat dua pembalap di Q1, naik lagi ikut Q2. Ya pokoknya seperti MotoGP dah. Untuk urutannya silakan lihat hasil yang adanya di kanal RESULTS. Ya boleh juga di link di bawah tulisan ini.

Tipikal sirkuit Sekayu memang dibikin high speed lantaran dulunya untuk PON 2014 di Sumsel yang mengadu Underbone 2-Tak.  Makanya setting suspensi buat rolling speed mutlak adanya, itu jadi satu bagian dengan rasio kompresi. “Tapi aspalnya cepat menggerus ban slick. Bila sudah 10 lap ke atas, motor sudah ‘goyang’. Raceday besok harus pandai atur ritme,” bilang Gupito Kresna, pembalap Kawasaki Rextor IRC Manual Tech.

Cerita Gupito dan ‘Geng Ijo’ yang dikomando Ibnu Sambodo, kali ini dibilang spesial. Lantaran selain Gupito, H.A Yudhistira (Kaltim) menempel Kete pada posisi kedua dan ketiga dengan gap yang rapat 0.099 detik di IP110. Diakui oleh Pakde, sapaan akrab bengawan 4-tak itu, Skyland cocok dengan Edge yang masih karburator. Hingga seri 2 ini, injeksi seperti yang diceritakan Ibnu masih ‘ditunda’. “Basic masih sama dengan di Sentul Besar saat main IRS. Kompresi 11,6:1,” sebut Ibnu.

Jadi menarik, mampukah pasukan Yamaha lewat Kete menahan duo Kawak dan sewaktu-waktu loncatan Honda? “Khusus IP110 peluang masih tetap terbuka, apalagi dengan tipikal sirkuit. Pemilihan ban dengan strategi racing line yang tepat bisa membalikkan prediksi,” optimis Denny Triyugo (Astra Motor Racing Team) sebagai duta sayap mengepak di posisi kedelapan kualifikasi.  Ardel      

BACA JUGA

Indoprix 2014 Sekayu; Kete Tercepat FP 1-3 IP125 Dan IP110, Z1 Jepang!

Indoprix 2014 Jelang Sekayu; Lomba Ganti Format, Kompetisi Rapat

IndoPrix 2014 Jelang Sekayu; Sirkuit Bekas PON 2004

Indoprix 2014: Semua Rekor Sentul Kecil Pecah! Jawabannya?

IndoPrix 2014 Sentul Race-2 IP125; Kete Lagi Yang Juara, Ditempel Yoga

 

BAGIKAN