nhk

IndoPrix 2014 Sekayu; Race-1 IP110 Didapat Blade FI Lewat Iswandi Muis

ManiakMotor – Iswandi Muis berhasil memanajemen karet rodanya saat berlomba dengan dengan Honda Blade FI di seri 2 IndoPrix di Sekayu, Muba, Sumsel. Minggu 25 Mei 2014 di race-1 IP110 atau Underbone 110 cc 4-Tak ia yang juara. Muis konsisten dalam 15 lap di sirkuit sepanjang 3.2 km tersebut.

Pasti lega, Muis di seri pertama di Sentul Kecil lalu malah disepak kualifikasi. Di QTT kemarin di IP110 pun hanya berada di grid 12. Dengan posisi start itu, ia tak perlu dihitung para pemain Yamaha yang merajalela di QTT. “Yakin sejak awal saya akan memainkan irama tenaga mesin dengan pengereman dan akselerasi halus. Tujuannya ban depan FDR FR75 (slick) dan belakang MP96 bisa awet,” jelas Muis yang membela tim elit Honda atai Astra Motor Racing Team (AMRT).

Seperti diberitakan kemarin, lantaran lama tak digunakan taraf nasional, perbaikan aspal Skyland berpengaruh pada ban. Pori-pori aspalnya tajam dan kasar yang mudah menggerus kompon karet item. Di simulasi setiap tim sejak babak latihan sampai kualifikasi, rata-rata kompon ban hanya bertahan 7 lap dengan teknik mengumbar power mesin. Situasi ini rupanya tak dibaca lawan-lawan  Muis.

You bisa kira-kira saja, catatan tercepat di IP110 adalah 1 menit 22 detik sekian-sekian. Bila saat lomba, time ini yang dikejar artinya akan ketemu simulasi 7 lap akan memukul diri sendiri. Itu sudah terlihat pada kecepatan Rey Ratukore dan Fitriansyah Kete dengan Jupiter Z1 Racing. Keduanya bernafsu mempertahankan kecepatan seperti saat latihan dan QTT.

Memang, di awal-awal lomba keduanya sulit di lawan. Tapi 7 lap ke atas, mereka sudah ragu-ragu membuka gas, lantaran roda sering spin. “Race-1 hanya pelajaran manajemen ban. Dari segi motor, apalagi mesin boleh diadu lagi di race-2,” tangkis Kete dan Rey yang membela Yamaha TJM.

Sedang Muis hanya berlari  kisaran 1 menit 23 atau 24 detik. Tetapi pelan – eh, nggak ada balap yang pelan – Muis bisa memanajemen catatan tersebut. Power dia punya orang pun, nggak diumbar kasar. “Di sisi lain, mapping ECU juga sudah dibatasi mengingat kondisi aspal. Saya bikin halus,” timpal Ade Rahmat, teknisi khusus elektronik dari  AMRT.  

Sebenarnya dua Kawasaki dari geng ijo Kawasaki Manual Tech mengaku telah memakai ilmu Muis. Namun, sikit terpengaruh oleh nafsu kebut-kebutan di awal lap. “Saya baru sadar setelah disodok Muis. Bahwa teknik seperti Muislah yang digunakan. Ya, untung cepat sadar,” kata Gupita Kresna yang  naik Kawasaki Edge yang masih karbu berada di posisi kedua.

Tunggu race-2 dan hasil lengkap. Sebab sesuai kondisi jaringan internet yang rada sulit di lokasi. Sementara urutannya seperti ini dulu; Race-1 IP110 adalah 1. Iswandi Muis (Honda), 2.Gupito Kresna (Kawasaki), 3. HA Yudhistira (Kawasaki), 4.Fitriansyah Kete (Yamaha), 5.Hendriansyah (Yamaha). Ardel

BACA JUGA

Hasil IndoPrix Skyland, Sekayu, Sumsel, 24 – 25 Mei 2014

IndoPrix 2014 Seri-2 Sekayu; Race-1 IP125 Hendriasyah Melejit Lewat Pengalaman PON

Indoprix 2014 Sekayu; Kulifikasi IP110/IP125, Si Kete Terbang Dengan Z1 Jepang..!

Indoprix 2014 Sekayu; Kete Tercepat FP 1-3 IP125 Dan IP110, Z1 Jepang!

Indoprix 2014 Jelang Sekayu; Lomba Ganti Format, Kompetisi Rapat

       

BAGIKAN