nhk

Indoprix 2014 Sekayu; Tragedi Bajing Loncat (Begal) Di Lintas Sumatera, Acam Nyawa Dan Harta!

 

ManiakMotor – Ronde kedua Indoprix (IP) di sirkuit Skyland, Sekayu, Muba, Sumsel (24-25/5) meninggalkan catatan kriminal. Bukan  kriminal pembalap dan tim, tapi aksi kejahatan yang dilakukan oleh para ‘bajing loncat’. Ya, istilah untuk sekelompok orang yang dengan menggunakan senjata tajam merampas milik tim yang melintas di trans Sumatera dari Jawa menuju Sekayu.

Istilah lain, BEGAL. Nyaris semua tim kena palak di perjalanan. Seperti diungkapkan Miftah, manejer tim Yamaha SND Bandung, “Benar mas, mobil boks kami dipaksa berhenti. Mereka menggunakan golok dan senjata tajam lainnya. Beberapa barang berharga dan uang tuai disikat. Dua pelakau sengaja melompat ke pintu depan, sementara di belakang ada beberapa motor yang mengintai,” bilang Cau, sapaan akrab Miftah seperti yang diceritakan anggota tim lain.  

Kasus SND terjadi saat mobil boks yang membawa motor dan perlengkapan lain melintas di wilayah Mesuji, Lampung. Ternyata tak hanya satu tim, beberapa tim lain setiap kali ketemu di paddock sirkuit Skyland, Sekayu semua mengeluh soal keamanan dalam perjalanan dari Lampung menuju lokasi.

Seperti AHRS dan Manual Tech Rextor IRC, motor home dan boks mereka juga kena garong. Kendaraan mereka digiring terus sampai menodongkan pistol. “Macam mana ini Indonesia, di zaman modern yang kata pemerintah aman, nggak juga tuh. Buktinya seperti ini,” jelas Ibnu Sambodo, bos Kawasaki Manual Tech semberii menggerutu negeri sendiri.

Dari penelusuran pada beberapa tim rata-rata kena palak Rp 500 ribu sampai Rp 1.5. Bagi BEGAL atau bajing loncat mobil boks dengan identitas tim balap ini memang menjadi sasaran empuk. Utamanaya, bagi tim yang single rider alias tak bersama-sama tim lain saat melintas di tempat-tempat angker.

Novi Ridlatama, bos Yamaha Ridlatama sebenarnya punya teknik untuk menghindari seperti ini. Maklum doski berbisnis di bidang ekspedisi, jadi tahu lika-liku jalan jauh. ”Kami pun alami hal yang sama. Tapi para begal tak bisa berbuat apa-apa lantaran kami jalan rombongan. Aksi mereka  berhasil digagalkan,” imbuh Novi sambil mengingat kan sebaiknya selalu bersama-sama dalam satu rombongan untuk menuju pulang.

Sama dengan Yamaha RPM (Medan), potensi bahaya itu sudah diprediksi, lantaran saban waktu mereka melintas. Kketika berangkat mereka berinisiatif pakai jasa pengawal. “Mestinya, ada koordinasi dan komunikasi antara pihak penyellenggarfa dan otoritas kemanan setempat. Materi sih nggak apa, tapi kolo nyawa crew, gimana?” tegasRoy Prima, pemilik Yamaha RPM yang mencoba menawarkan solusi dengan jasa pengawalan Patwal dari Sekayu hingga ke penyeberangan Bakauheni.  

Wah, ini mah sebenarnya sesuai kata Roy, korodinasi dengan panitia dan IMI. Apalagi Ketua Umum IMI saat ini katanya polisi???? Ardel

BACA JUGA

Hasil IndoPrix Skyland, Sekayu, Sumsel, 24 – 25 Mei 2014

Indoprix 2014 Sekayu; Pangkas Rekor 3 Detik, Ban FDR Khusus Skyland!

IndoPrix 2014 Skyland Sekayu; Race-2 IP125 Jupiter Z1 Racing Hendriansyah

IndoPrix 2014 Sekayu; Race-2 IP110 Kawasaki Edge Yudhistira

 

BAGIKAN