nhk

Indoprix 2014 Sentul Seri 3: Tipe Ban FDR Tergantung Pembalapnya, Catatan Waktu Konstan


 

ManiakMotor – Pakai ban FDR memang konsisten. Bila di seri pertama IP di Sentul Kecil (SK) April 2014 lalu dicetak 55.5 detik di IP125, di tempat yang sama tetap masih dapat 55,7 detik yang hanya beda tipis dengan seri pertama. Konsisten kan.  Kendati kondisi lintasan makin parah di SK saat dipakai seri 3 IP, Minggu 10 Agustus lalu.

Karena itu, ada dua tipe ban FDR yang melejit. Yakni MP27 dan FR75. Keduanya dianggap pas dalam kondisi sirkuit SK terkini. “Disediakan ban yang sudah melewati riset. Ada yang slick, kompon yang memiliki kemang dan wet race. Semuanya punya kelebihan masing-masing, tinggal pembalapnya yang harus pandai memilih sesuai set-up motor, riding style pembalap dan sirkuit,” ucap Riza, Dept Head Marketing PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) selaku produsen ban FDR.

Beberapa pembalap juga berkomentar pilihan tipe FDR. Salah satunya Fitriansyah Kete yang memperkuat Yamaha Trijaya. Katanya di seri 3 ini, ia memilih MP27 karena kondisi sirkuit  SK. Ban ini sebelumnya hanya ngetop di MotoPrix dengan karakter sirkuit yang dadakan dan otomatis banyak lintasan yang bergelombang. Kemarin sebagian mengandalkan ban ini di sana.

Karena MP27 dianggap bisa menyesuaikan dengan benjolan-benjolan aspal. “Ban MP27 punya pola dan profile yang tidak terlalu slick. Buat saya sangat pas dalam kondisi SK sekarang. Saya coba dengan FR75 yang slick, tapi kurang percaya diri pada tambalan semen,” kata Kete yang di free practice merajalela di IP125 tapi kurang bersinar di race.

Berbeda dengan Irwan Ardiansyah yang pole position di IP125. Joki senior yang peka memilih kompon itu memperkuat Yamaha Yamalube Nissin Gandasari. Katanya, ia malahan cocok dengan FDR FR75 yang slick. “Ban ini tinggal dikombinasi dengan tekanan angin saja, pasti yakin narik gas motor,” ucap Irwani.

Saat ini PT SRI sedang serius mengembangkan ban yang ukurannya lebih besar yang digunakan IP110 dan IP125. Sebab di IP sekarang sudah ada kelas IP150. Kelas ini diprediksi akan berkembang pada tahun-tahun mendatang.  SRI bertanggung jawab untuk pengembangannya. Masih proses riset, tapi sudah mulai ketemu formulanya,” tambah Riza.

Berarti masih mendukung IP tahun depan dong. Ghalib

BACA JUGA

Hasil IndoPrix Seri 3 Sentul Kecil, Bogor, Jabar, 9 – 10 Agustus 2014

Indoprix 2014 Seri 3 Sentul: Apa Itu High Side Yang Bikin Denny Triyugo Meninggal?

IndoPrix 2014 Seri 3 Sentul Kecil Race-2 IP125: Sigit PD Juara Di Antara Yamaha

IndoPrix 2014 Race-2 IP110: Rheza Denica Benar Tanpa Beban, Tetap Buat Denny Triyugo

BAGIKAN