nhk

Indoprix 2014 Seri 3 Sentul: Apa Itu High Side Yang Bikin Denny Triyugo Meninggal?

 

 

ManiakMotor – Duka datang dari dunia balap motor nasional sekelas Indoprix. Tepatnya di seri 3  2014 seri 3 yang memang diadakan 9 –  10 Agustus 2014 di sirkuit Sentul Kecil atau Sentul Karting di Bogor, Jabar.  Denny Triyugo Laksono pebalap Astra Motor Racing Team (ART) mengalami insiden di sana.

Di tikungan ke7 atau R7 saat melaksanakan Free Practice 2 IP110. Denny jatuh setelah mengalami high side dengan speed yang tidak terlalu kencang. Fatalnya ia mendarat dengan kepala yang mengakibatkan helm yang digunakan retak. Menuru dokter, Denny mengalami trauma kepala akibat benturan yang membuatnya tak sadarkan diri, makanya langsung dirujuk ke rumah sakit Pertamedika, Sentul City, Depok, Jawa Barat.

Setelah di CT Scan terdapat penggumpalan darah pada otak sebanyak 120 cc, pihak dokter langsung ambil tindakan operasi dan berjalan sekitar 4 jam. Tapi Tuhan Maha Kuasa, nyawanya tak tertolong. Dari pihak penyelenggara turut berbelasungkawa, kami pun sudah memberikan dana asuransi,” ucap Eddy Horison, Pimpinan Lomba Indoprix 2014. Iya, tapi dituntut dari panitia soal aturan penyebab kepala Deeny trauma???????? Juga kondisi lintasan Sentul Kecil banyak tambalan yang mudah bikin high side.

Lalu apa itu high side yang  ngetop di sirkuit terutama menyangkut kecelakaan. High side sampai kini memang belum ada solusinya. Yang ada soal keamanan pembalap itu sendiri seperti baju balap dan helm. High side  adalah proses yang diawali hilangnya grip pada roda belakang saat menikung. Jika sliding itu bablas, ya motor langsung ndlosor. Yang bahaya jika sliding disusul ban memperoleh grip mendadak kembali.

Sepersekian detik setelah sliding,  ban belakang kembali mendapat grip tiba-tiba – karena kecepatan melambat sesui hukum benda yang melaju dan reaksi pembalapnya. Ini dia efek fatal high side. Ketika ban belakang memperoleh grip kembali,  buritan motor seperti ‘dipegang’ kuat oleh aspal. Dalam proses itu sokbreker belakang ambles penuh, tak sampai sekedipan mata, sokbreker melakukan kompresi memanjang dengan otomatis,  juga secara penuh dan kilat.

Istilah kompresi memanjang adalah rebound dan memendek bound. Perilaku sokbreker begitulah adanya. Dia akan selalu kembali normal sesuai setting awal. Dan menjadi senjata pemantul yang wahid, di saat sliding yang disusul dengan ban mendapat grip secara kuat.

Berbagai penelitian dan penemuan sokbreker canggih, belum ada yang mampu menjadi solusi kecelakaan ‘versi’ high side ini. Setelan rebound dan damper pada sokbreker masa kini, lebih pada peningkatan performance dan stabilitas. Tapi tetap belum mampu menghilangkan efek high side.

Pembalap yang duduk di jok, ya otomatis seperti dilemparkan ke udara oleh joknya sendiri. Dia pun terbang, melayang mirip handuk tertiup angin. Masih untung bisa mendarat di gravel. Dibilang untung, karena gravel lebih”empuk” dibanding aspal. Dalam kasus Denny, motornya tidak rusak parah, hanya bagian bodi lecet, bagian kemudi dan rangka masih normal. Tapi pembalap jatuh akibat high side, jika bukan kedua kaki lebih dahulu atau punggung, juga kepala seperti dialami Denny yang sebelumnya dipantul ke atas.

Apa pun Denny sudah memperlihatkan talentanya di dunia balap motor Indonesia. Seluruh dunia balap motor Indonesia turut belasungkawa. Selamat jalan kawan. Ghalib

BACA JUGA

IndoPrix 2014 Sentul; Deny Triyugo Laksono#96 Meninggal Dunia, Pembalap Astra Racing Team

High Side MotoGP 2013, Misteri yang Belum Terpecahkan Hingga Kini

 

BAGIKAN