nhk

Indoprix 2014 seri 5 Binuang Kalsel: Kete Raja Kualifikasi IP110-IP125, Raja Pula Di Klasemen!

 

 

Maniakmotor – Konsistesi format kualifikasi Indoprix seri 5 kembali berubah. Ya kembali lagi pada bentuk awal yang diawali QTT, lantas ada superpole 1 dan 2. Tiga seri lalu di 2014 ini menggunakan sistem free practice tiga kali lantas ada Q1 dan Q2. Ya pokoknya seperti MotoGP.

Superple diambil lantaran banyak supporting race di sirkuit Balipat, Binuang, Kalsel. Dan sesi kualifikasi di dua kelas pada Sabtu 22 November 2014 di IP110 dan IP125, Fitriansyah Kete dari Yamaha TJM yang laju, laju sekali. Kete juga di klasemen sedang memimpin didua kelas tersebut. Sebentar lagi dia akan mengawinkan dua kelas dengan Yamaha Jupiter Z1 Racing.

Kete di dua kelas tersebut juga ditempel Honda Blade milik Honda Daya. Di IP110 Kete diuntit I Gede Arya. Arya di klasemen 110 juga kedua. Tapi peluangnya tipis lantaran berbeda 46 poin dengan Kete. “Ya tapi kan lomba masih ada dua race, segala kemungkinan masih terjadi, walau pun itu sangat tipis. Paling tidak saya mengejar juara seri di Balipat,” kata Arya yang disambut senyum manis oleh Kete.

Kete beloh tersenyum lantaran bisa melumanat rekor Balipat atas nama Sudarmono (Yamaha Trijaya) tahun lalu dengan Jupiter Z1 Racing. DI IP125 Kete mencetak bestime 1:15.205 detik. Di IP125 ini ia disusul Honda Blade dari Honda Daya tapi pembalap berbeda alias Wahyu Widodo. “Lawan saya di klasemen IP125 bukan Wahyu, tapi Yoga dan Mas Hendriansyah,” jelas Kete pada dua musuhnya yang di kualifikasi terlempar ke posisi di luar 10 besar. Wah makin nyaman tuh. 

Katanya sih yang bikin Z1 Racing Kete melejit lantaran sudah campuran korekan Jepang dan Madura. Eh maksudnya korekan Hawadis yang asli Madura. Terutama pada pada kem yang saat ini hasil bikinan Hawadis. Apa betul begitu? “Kem ini saya bikin sendiri dari bahan mentah. Tapi soal durasi nanti saja dibicarakan. ECU pun dimapping ulang agar sesuai noken as bikinan saya. Jangan lupa, sekarang juga sudah pakai kopling enam per SYS,” kata Hawadis dengan kalem.

Termasuk di dalamnya pemilihan ban FDR yang menurut Kete berpengaruh bermain kualifikasi dan lomba di Balipat. Di kualifikasi Kete  anteng melibas 12 tikungan sirkuit Balipat. “Dari QTT sampai superpole saya pakai FDR FR75 di roda depan. Ban slick ini di cuaca yang terik. Bbelakang MP27, sebab sirkuit kurang rata,” kata Kete sembari sebut angka tekanannya dibikin 20 psi depan dan 22 psi belakang. GS

BACA JUGA

Hasil IndoPrix Balipat, Binuang, Kalsel 22 – 23 November 2014

Klasemen IndoPrix 2014

BAGIKAN