nhk

IndoPrix/Kejurnas 2015: Bukan IndoPrix Tapi Kejurnas Bebek, Kurang Jelas?

 

 

ManiakMotor – Semua tim Yamaha yang dikontrak memang diterjunkan ikut Kejurnas Balap Motor (KBM). Tapi yang bingung soal balap bebeknya, IndoPrix atau apa namanya? Begitulah di Sentul Besar pada 8 Agustus dan berlanjut pada 9 Agustus 2015.

“Ya balap bebeknya semua pesertanya mereka yang terdaftar di IndoPrix, memang kurang jelas, sama tak jelas kelanjutannya. Pelaksananya juga kurang jelas, kaleee. Lihat saja sendiri,” jelas Irwan Ardriansyah, pembalap senior bangat yang ikut tiga kelas di KBM.  

IndoPrix 2015 memang terkatung-katung karena gagal dapat sponsor memadai. Katungnya pun keterusan sehingga diambil alih PP IMI, konon begitu. Kononnya jangan dibalik, nantinya terbalik-balik bro balap motor Indonesia.  Kan sejak dari dulu, IMI hanya regulator, bukan promotor.  

Tercatat besar-besar, pengurus IMI dilarang keras jadi penyelenggara event. Tapi di seri 2 KBM di Sentul Besar ini malah IMI yang jadi penyelenggara.  Mereka  juga dapat sponsor layaknya promotor. “Karena event kejurnas dan termasuk IndoPrix sudah ditawarkan pada promotor lain, tapi tak ada yang berani melaksanakan,” kata Frans Tanujaya, Kepala Biro Olahraga Motor di PP IMI.

Karena itu Frans minta harap maklum penyelenggaraan di Sentul Besar ini tak ada entertainnya. Menurutnya sifatnya ‘menolong’ balap motor Indonesia agar seri kejurnasnya tak hilang tahun ini, termasuk IndoPrix.  “Maaf namanya bukan IndoPrix lagi, tapi kejurnas balap bebek,” tambah Frans pada event yang memang  terlihat ‘sayup-sayup’ dari semua sudut Sentul.

Karena kurang jelas itu, Rudi Hadinata dari Yamaha Trijaya yang ikut kejurnas bebek tetap bertanya-tanya. Katanya kesepakatan pada pertemuan 30 Juli sudah ada notulennya, tapi isinya berbeda dengan buku peraturan lomba di event ini. “Misalnya soal hadiah, kesepatannya sekian, di buku peraturan lomba dikurangi,” jelas Rudi sembari berbisik-bisik berbagai persoalan.

“Kalau hilang IndoPrix-nya atau balap bebeknya tahun ini, kami seperti Yamaha akan sulit bertanggung jawab pada manajemen. Karena awal tahun 2015 kami sudah menyusun budget. Paling sulit lagi tahun berikutnya, pasti manajemen mempertanyakan bila diajukan budgeting. Untung terselenggara walau seperti ini situasinya,” kata Supriyanto, manajer motorsport Yamaha Indonesia.  

Menurut Eddy Saputra, pemilik Yamaha DS Moto dan pemerhati balap motor Indonesia, situasi kejurnas seperti sekarang, ya jangan tanya pada siapa-siapa. “Semua ada benang merahnya dan bermuara pada penyelenggaraan. Termasuk di dalamnya para pengatur regulator, banyak sandiwara. Pemain sinetron semua,” kata Eddy yang ikut karena terikat kontrak dengan Yamaha.

Beda lagi dengan Ibnu Sambodo dari Kawasaki Manual Tech yang lebih fokus cerita soal kejurnas bebek yang tadinya IndoPrix. Baginya dia ikut agar kejurnas ini nggak jadi one make race Yamaha. “Untung saja saya ikut di Bebek 110 dan 125 walau hanya 1 pembalap,” cetus Ibnu yang entah menyindir atau serius. Padahal doski menunggu Z1 Racing Jepang ditantang di Sentul Besar. Tapi karena kejurnasnya borongan dia mengaku kewalahan. Maklum timnya ikut tiga kelas kejurnas yakni bebek, Sport 250 dan Supersports 600.   

Berarti sudah benar Honda dong. Karena nggak pernah menang di IP, sekalian saja menghilang duluan dari puncak balap bebek, hehe. Eit masih ada tuh nongol nama Honda di bebek di Sentul Besar ini, walau bukan utusan resmi dari pabriknya. Miolo

BACA JUGA

IndoPrix 2015/Kejurnas: Ketemunya Z1 Racing Jepang Dan Kawasaki Di Sentul Besar

 

BAGIKAN