nhk

IndoPrix Sentul 2013; Mesin Dulu Kencang, Baru Elektronik Injeksinya

 

 


ManiakMotor – Majunya teknologi balap bebek Indonesia, diintip di IndoPrix tahun ini atau 2013. Balapan ini berlomba dengan lap top. Itu bukan lap top-nya Tukul yang isinya kocok perut. Lap top yang ini diinstal software yang memprogram ECU (electronic control unit) untuk menyuruh mesin menggasing.  Khusunya lagi Honda vs Yamaha. Tetapi hasilnya masih karbu yang menang seperti prediksi awal portal ini jelang ronde 1 IndoPrix 2013 di Sentul International Karting & Motorcycle, 16 – 17 Maret 2013.

Keeeembali ke mesin, bukan lap top. Mesin berotot dulu, baru injeksi membantu mempresisikan proses kerja motor bakar.  “Apa gunanya injeksi dengan berbagai elektroniknya, jika mesin boyo. Makanya yang selalu dicari duluan adalah power. Injeksi bersama ECU-nya itu akan menyusul, untuk membantu bahan bakar berubah jadi energi (tenaga) murni,” jelas Adriansyah alias Adri, tuner Astra  Racing Team (ART) yang kerjanya hanya mengorek mesin. Sedang urusan injeksi dan neko-nekoknya ada orangnya tersendiri.

Kemungkinan mesin itu juga biang tidak berkembangnya All New Jupiter Z1 di race-2 IP1 dan IP2. Meleset keyakinan para insinyur Yamaha dari Jepang terhadap daya tahan mesin Z1. Mungkin mereka tidak tahu, bebek adalah motor ibu-ibu ke pasar dan bapak-bapak ke mesjid. Tenaganya perlu perawatan khusus setiap menuju race. Punya mereka, boro-boro bongkar mesin, nggak kelihatan tuh ganti oli dari sesi QTT, superpole, pemanasan, race-1 dan menuju race-2. Pokoknya tidak seperti yang dilakukan mekanik bebek Indonesia mengurai mesin saban usai sesi.

Akibatnya, hanya race-1 Jupiter Z1 yang punya power. Memang,  Sudarmono sampai race 2 IP2 masih ada perlawanan, tetapi tidak lebih bertenaga dari race-1. Malah lebih ‘jalan’ Jupiter Z versi karbu Harlan Fadhillah (Pertamina Enduro Racing BRT) dan Anggi Permana (Yamaha Trijaya). Karena usai race-1, motor Anggi dan Harlan pakai ritual ala mekanik Indonesia yang puluhan tahun kenal mesin bebek. Mereka  melakukan perawatan dan periksa semua part penting menuju race-2. “Jujur saja motor saya kehilangan tenaga atas. Berbeda dengan sesi latihan Kamis 14 Maret atau sesi QTT. Saya tahu gejala itu  atas lemahnya suku cadang mesin,” sebut Sigit PD, pembalap Yonk Jaya NHK, salah satu yang dipercaya menjoki Jupiter Z1 yang hanya race-1 IP2 kenceng, selebihnya keteteran dengan karbu.

Maklumlah, teman-teman kita dari  Jepang ini memang belum merasakan atmosfer balapan bebek yang sebenarnya. Mereka belum melihat langsung lemahnya onderdil. Dan mana percaya pada cerita orang Indonesia mereka, masak bodoh. Lha wong motornya yang bikin nenek moyangnya, kok. Apalagi, mereka tahu Indonesia hanya obyek untuk penjualan, hehehe…

Yang dia orang  ketahui saat balapan sendiri-sendiri seperti latihan, QTT, superpole dan baru merasakan race-1. Juga di atas kertas, mereka percaya pada akurasi set-up yang siap pakai ala dia. Maksudnya, tidak perlu kotor tangan bongkar mesin dari sesi ke sesi. Bila mesin payah, ganti saja sekaligus segelondong. Tetapi hasilnya berbeda di atas aspal, bro. Ini dua race dengan mesin bebek, bukan mesin moge.

 Apalagi dengar-dengar –  namanya juga dengar-dengar – bisa saja sudah berubah dari sumber aslinya. Bisa juga saat pendengar lagi terganggu, lagi budeg. Bahwa, hanya ada 12 biji mesin yang dikirim dari Jepang. Artinya, enam lainnya sudah melemah saat dipakai testing sejak datang ke Indonesia sampai setel ulang dengan oktan 95.  Menghadapi lomba, mesin cadangan sudah terpakai. Singkatnya, dari hasil seri pertama para Jupan  ini pasti belajar. Pengalaman adalah guru. Toh, “Nantinya yang mengembangkan injeksi ini adalah mekanik Indonesia. Kami hanya memulai,” kata Koji Kobayashi saat bincang-bincang dengan portal ini, Jepang bagian dari periset Jupiter Z1.  

Itu juga yang diceritakan Ibnu Sambodo dari Kawasaki Manual Tech. Katanya, yang kencang itu mesin Jupiter Z1 yang dibikin dari Jepang, bukan injeksi. Buktinya, saat mesin melemah, injeksi tidak bisa berbuat apa-apa kan. Artinya, “Yang utama adalah power. Karena dari awal saya yakin, Yamaha itu yang kencang mesinnya bukan injeksinya. Injeksi itu hanya alat penyuplai bahan bakar elektronik,” jelas Ibnu yang disinggung soal pemasangan injeksi pada Kawasaki hanya senyum-senyum wae.

Coba lacak pada Ade Rachmat ahli program injeksi dari ART. Katanya, tugasnya di ART ikut periksa lamda atau angka tetap perbandingan udara/bahan bakar, air flow ratio, rpm dan pengapian yang terbaca dari sensor-sensor yang dikirim ke ECU. Angka-angka tersebut harus pas dengan risset bahan bakar, kompresi, waktu pengapian yang diset-up sebelumnya. Artinya, “Bila kelebihan dan kukurang dari angka tadi, itu bukan semata salah program. Karena programnya telah dimapping lebih awal. Tetapi karena mesin itu sendiri sudah memble. Itulah gunanya era digital,” jelas Ade sembari kotak-katik lap-top dan bilang programnya menggunakan dyno-jet atau jet-jet, pokoknya dia sebut jet deh. Kata jet ini lebih sederhana, ketimbang Two-D yang banyak programnya tidak berguna di bebek.

 Mana yang memble, De..? Miolo,Adit

BERITA TERKAIT:

Hasil Semua Sesi IndoPrix 2013 Sentul, 16 – 17 Maret 2013

IndoPrix Sentul 2013, Race2 IP125, Injeksi Anti-Klimaks

Indoprix 2013, Teknologi Injeksi di Sentul, Hanya Satu Bikin Geger

IndoPrix Sentul 2013; Sebenarnya Kawasaki Tidak Gentar Lawan Injeksi..!

IndoPrix Sentul 2013; Kayaba VS Ohlins

IndoPrix Sentul 2013; Harlan Fadhillah, Pembalap ‘Aneh’

 

 


BAGIKAN