nhk

IndoPrix Sentul 2013; R1-R5 Yamaha, Putaran Tinggi Honda, Kawak Bikin Head

 

ManiakMotor – Dari tiga merek yang mengeset mesin dengan Pertamax Plus dan kaki-kakinya pada Kamis, 14 Maret 2013, setiap merek punya keunggulan di tiga sektor Sentul Kecil. Sirkuit ini dihiasai 14 belokan, 8 ke kanan dan 4 sisanya pasti ke kiri, bukan ke terortoar. Itu telAH dijatah masing-masing. Sirkuitnya sendiri clock-wise alias searah jarum jam.

Yamaha All New Juputer Z1 injeksi maupun karbu efektif di R-1 sampai R-5. Tikungan ini memang termasuk satu hitungan untuk masuk di dalamnya. Butuh paduan sasis dan mesin. “Power mesin dan sasis memang saling tunjang di area ini. Motor saya enak ditempatkan pada sudut-sudut untuk mengawali tikungan lanjutan,” ujar Fitriansyah Kete dari tim Yamaha Tunggal Jaya Motor yang menggunakan Jupiter Z karbu.

Tetapi, Zupiter Z1 yang injeksi masih sedikit lebih unggul. Itu sesuai pengakun para jokinya. Katanya, dibanding versi karbu, Z1 bisa dibuka lebih awal rpmnya. “Selain sasis, saat rpm dibuka, akselerasinya tidak mengagetkan, karena mungkin injeksi yang presisi setingannya. Jadinya, sasis terasa ngikut,” tambah Sudarmono asal tim  Yamaha Trijaya Motor, juga  Rey Ratukore (TJM) dan Sigit PD dari Yamaha Yonk Jaya, tiga pembalap yang diberi kepercayaan membawa bebek balap injeksi Yamaha.

Keluar dari sektor ini atau menuju sektor dua semua merek rata. Bahkan Kawasaki bisa mengimbangi. Namun sekadar catatan kecil, kecepatan di straight dan R-7 yang merupakan belokan panjang, Honda Supra injeksi milik ART lebih berteriak. Memang sih, nggak teriak-teriak macam orang kesurupan, tetapi tanda mesin yang melengking ala racing.

Itu masih ditambah di R-12 sampai R-14 yang merupakan tikungan sempit, tapi rolling speed. Eh, justru Honda yang bisa unggul. Tenaga Honda yang lembut pada putaran tengah membuat para pembalap logo sayap tunggal ini bebas betot gas. “Lepas R-13 menuju R-14 hanya sedikit turunkan  gas kemudian dibuka lagi menuju straight,” kata Owie Nurhuda yang membela tim Honda Cargloss AHRS. Sedang pembalap Yamaha agak lama off throttle alias menutup gas di situ. Bisa jadi, itu karakter pembalapnya, tidak melulu motor.

Kawasaki Manual Tech (KMT) yang kembali turun dengan dua pembalapnya, Gupita Kresna dan Yudhistira mengaku masih coba settingan sesuai RON (Research Octane Number) 95-nya PP. “Coba ubah kubah silinder,” singkat Ibnu Sambodo, tunner KMT sembari sibuk memainkan mata tunner membentuk kubah. Edge andalan KMT   saat ditime dengan stop watch masih selisih dengan  Honda dan Yamaha yang bermain 57 detik IP1 dan 58 detik IP2. “Saya kan bilang, berhasil melawan di sini sudah cukup. Ini bukan sirkuit Kawasaki yang stroke-nya sangat pendek,” tegas Ibnu.

Yang menentukan juga di balap benaran Pakde, bukan latihan dan QTT. Adit

BERITA TERKAIT:

Tim Dan Pembalap IndoPrix 2013

Trik Menaklukan Sentul Kecil

Jelang IndoPrix Sentul 2013, Suzuki Tidak Ambil Bagian Setting Oktan 95

IndoPrix Sentul 2013; Pembalap Jepang 57 Detik Bersih, Rapi Bawanya

Jelang IndoPrix Sentul 2013; Pakai Oktan 95 Injeksi Honda Dan Yamaha Sama-Sama 57 Detik

Launching IndoPrix 2013, Barometer Balap Bebek Asia

Jelang IndoPrix Sentul 2013; Injeksi Vs Injeksi, Karbu Pemenangnya


BAGIKAN