nhk

IndoPrix Seri 3 Sentul, Antara Razzo 166 Dan 221

 

ManiakMotor – Sebagai official resmi karet hitam di IndoPrix (IP), IRC telah menyadiakan dua model  ban. Yakni, Razzo 166 dan Razzo 221. Sesuai riset, keduanya punya fungsi berbeda. Misalnya  Razzo 166, dibikin untuk sirkuit yang patah-patah karena desainnya lebih pipih. Sedang Razzo 221 buat trek-trek lebar lantaran median tapaknya lebih luas atau donat. Maaf, donat yang ini hanya makanannya aspal.

Di Kenjeran misalnya, sebaiknya pakai 166. Sirkuit di Surabaya itu, setiap saat menikung pada chicane  atau tikungan berbalasan alias bolak balik. Jarak antartikungan juga dekat. Desain 166 seperti ‘V’ akan membantu kecepatan belok. “Ban akan segera ikut arah miring motor. Tetapi, kembali lagi pada kesukaan pembalap. Pembalap satu tim saja, kadang tuntutan mereka beda,” sebut Ibnu Sambodo dari Kawasaki Manual Tech.  Dia mengaku sejak terlibat di tim profesional balap underbone telah seiya dan sekata dengan IRC. Urusannya dia kalau ya terus. Manut bos…

Beda lagi di Sirkuit Sentul Internasional yang dipakai seri 3 IP, Minggu, 1 Juli 2012. Bebek menikung di sini tidak perlu seagresif Kenjeran. Arah menikung motor berirama, lantaran parabolik tikungan lebih besar. Kan sirkuit permanen. Ban yang dibutuhkan jelas yang memiliki median yang lebh luas.

Itu ada pada Razzo 221. Kompon ban ini dibikin lebih lembut. Permukaan bannya cenderung rata mendekati slick, karena minim grove (kembang). “Kedua model itu sebenarnya untuk satu motor, 166 untuk depan dan 221 untuk belakang. Namun, kembali lagi pada kesukaan pembalap. Karakter pembalap juga menentukan,” kata Yanto Gondrong sebagai koordinator event dari PT Gajah Tunggal TBK yang menjual IRC.

Sudarmono mengaku lebih familiar dengan IRC Razzo 166 di mana pun dia balap. Katanya, itu ban memang terlalu lincah saat mengubah arah motor. Tetapi,  166  dengan mudah mencapai suhu ideal,  “Kalau ada yang lebih lunak komponnya pasti akan saya pakai. Di sirkuit besar macam Sentul, pinggiran ban agak lama panas. Sebab, manuver tidak seagresif sirkuit kecil macam Kenjeran,” kata Sudarmono yang membela Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya dengan lembut.  

Didukung Denny Triyugo andalan Astra Motor Racing Team. Pengebut Honda ini punya alasan sendri pakai 166. Katanya,  asal bisa minta tekanan psi yang pas, itu ban lebh stabil di trek lurus. “Motor tidak banyak bergerak,” kalem Denny yang terus berjuang maju ke papan atas underbone premier class atau IndoPrix.

Owie Nurhuda, Mariasan Kocek dan I Gede Arya beda lagi. Mereka melakukan ban kombinasi seperti anjuran IRC. Depan pakai 166 dan belakang 221. “Di Kenjeran kemarin, saya minta ban berbeda itu. Lincahnya dapat dan grip belakang lebih bagus,” wakil I Gede yang naik pamor di IP2 saat berlaga di seri 2 IP Kenjeran.

Ingin tahu hasil lebih cepat silakan langsung lihat RESULT. Berita selalu lebih terlambat karena disusun dan sesuai liputan lapangan. Adit


BERITA TERKAIT:
Hasil Semua Sesi IndoPrix Sentul 30 Juni – 1 Juli 2012
IndoPrix Seri 3 Sentul, Superpole IP2 Dan IP1 Yudhistira Lagi
IndoPrix 2012 Kenjeran, Power Vs IRC
Tim Dan Pembalap IndoPrix 2012, Lengkap..!
IndoPrix Seri 3 Sentul, Meraba Setingan
IndoPrix Seri 3 Sentul, Fisik Kelas Para Raja Bebek..!
IndoPrix Seri 3 Sentul, Supremasi Balap Bebek
IndoPrix Seri 3 Sentul, Awas Honda..?
Modifikasi Honda Blade, Pemenang IndoPrix Kenjeran
IndoPrix Seri 2, Ini Yang Bikin Ketat…
IndoPrix Seri 2 Race-1, Hokky Membuktikan Omongan

 

 

 


 

 

BAGIKAN