nhk

IndoSpeed Race Series (IRS) Sentul 2014: Sport 150 cc, Baru Pabrikan Suzuki Lewat FU, Yang Lain Kapan?

 

 

 

Maniakmotor – Ingat kan saat dibukanya Bebek 125 cc enam tahun lalu, bila tidak salah. Saat itu semua langsung siap. Disebut siap karena semua pabrikan pengikut menyiapkan bebeknya. Rada berbeda dengan Kelas 150 cc. Memang tak disebut underbone 150, lantaran motornya dicampur. Bebek dan sport boleh ikutan.

Ide awalnya mengakomodir Yamaha Vixion dan Honda CB150R atau saat ini CBR150R lokal dan R15. Maklum kedua produk ini, sering berteriak mengklaim mereknya yang terbaik. Kalau mau adil, ya ikut dong balapan.

“Karenadi sana ada Suzuki Satria FU 150 maka mereka ditampung juga, maka disebut Kelas 150, Nantinya juga boleh bebek semacam Jupiter MX,” jelas Bambang Gunardi dari IndoSpeed yang telah membuka kelas ini di IndoPrix 2014 dan juga membuka di IndoSpeed Race Series atau IRS 2014.

Saat dibuka itu justru pabrikan Suzuki yang lebih siap ketimbang Yamaha dan Honda. Saat itu sih dua pabrikan ini punya alasan regulasi yang kurang jelas. Tapi yang namanya balap, semakin besar cc-nya kian menarik untuk ditonton. Alasannya banyak, terutama semakin cepat dari yang cc-nya kecil. Semakin besar kapasitas, juga menuntut skill besar dari pembalapnya. Alasan lainnya pasar motor saat ini sedang menuju pada kapasitas 150 cc sebebek-bebeknya.

Karena baru pabrikan Suzuki yang menyuntik tim-timnya merekalah yang cepat dengan FU-nya. Ada sih Yamaha dan Honda pada ikut, tapi perorangan. Hukum balap, siapa yang dananya besar, peluangnya besar.

“Saya rasa tahun depan akan makin ketat. Selain alasan semakin besar kapasitas kian menarik, PP IMI juga membatasi kelas-kelas yang ada saat ini. IP 110 tahun depan, pembalapnya harus di bawah 18 tahun. Otomatis Kelas 150 yang akan jadi ramai oleh pembalap di atas umur itu,” jelas Hendriansyah, pembalap senior yang ikut di kelas 150 di IRS seri 4 di Sentul Besar pada 28 September lalu.

Sama juga dengan Felix Judyanto, bos Suzuki FDR Cia Felix, katanya dengan aturan yang ada sekarang di Kelas 150 cc, seharusnya lebih murah. Itu dibanding bebek 110 dan 125 spek IP. “Tim-tim perorangan masih punya peluang. Saat ini dikuasai FU, karena kebanyakan pesertanya pakai FU yang disokong pabrikan Suzuki seperti tim saya,” kata Felix. 

Pembalap-pembalap yang ada di Sport 150 saat ini, mereka yang sudah punya nama sebenarnya. Misalnya Rafid Topan Sucipto. Siapa yang tidak kenal dia yang tahun lalu ikut Moto2. Lalu ada Hendriansyah, Harlan Fadhilah dan Ocvan Irvana yang dibina Chia Felix tadi. Bahkan seri 4 kemarin diikuti Hadi Wijaya yang biasanya hanya bermain di Asia Road Racing Championship (ARRC).

Begitu bro sekelumit Kelas 150 cc yang seharusnya diikuti semua pabrikan, bukan hanya Suzuki.  AwAs

BACA JUGA

Hasil Seri 4 IRS Sentul, Bogor, Jabar 27 – 28 September 2014

IRS Sentul 2014 Seri 4: FDR Setia Mengawal Roda Peserta

IRS Sentul 2014 Seri-4 Kejurnas 250 cc; Saking Enak Kopling SYS Di Ninja 250, Eh Diprotes

IRS Sentul 2014 Seri-4: Race-2 Supersports 600, Kembali Ke Yudhistira

IRS Sentul 2014 Race-1 Superpsports 600: Dimas Dan Yudhis Berebut Terbaik Indonesia

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353