nhk

Ini Maunya Rossi, Jika Basis Tes Dan Tester YamahaM1 Berada Di Eropa

ManiakMotor – Detil..! Itu yang diingini Valentino Rossi dalam hasil akhir pengembangan. Dua tahun ini itu sangat sulit ditemukan Yamaha M1, terutama sejak pindah menggunakan ban Michelin dan elektronik seragam. Itu sulit dilakukan bila tester dan testing mengikuti perkembangan berjauhan dengan pembalap intinya.

Jika basis testing dan tester berada di Eropa seperti maunya Rossi yang belakangan diiyakan Yamaha Motor Racing divisi racing, pembalap intinya akan detil mengikuti riset. Ada yang melenceng langsung didiekusikan dengan joki inti, “Tes di Eropa jarang dilakukan oleh tester kami,” kata Rossi.

Dalam bahasa kita bisa satu tongkrongan antara tester dan pembalap reguler. Rossi yang terkenal detil, juga bisa tongkrongi M1-nya. Tentu untuk menghindari pengembangan yang salah arah. Rossi nggak kedengaran bicara begitu, namun begitu logikanya, bila selalu berdekatan yang coba dan yang dicoba.

Tester asli Yamaha Motor Racing untuk M1 di MotoGP adalah Katsuyuki Nakasuga, dia sudah sangat senior. Hanya lebih muda 2 tahun dari umur Rossi. “Ya umurnya 37 tahun!” tambah Rossi seperti menekankan soal umur tersebut. Sengaja ditekankan pada usia, berarti ada maknanya.

Memang lebih muda dari Rossi. Tapi umur 37 tahun di MotoGP akan sulit mengetes motor sampai limit. Kecuali Rossi yang bisa seumur segitu, hehe. Bila tak sentuh-sentuh limit akan susah mendeteksi kelemahan yang dicoba.

Belum lagi soal segan atau gimana gicu. Pembalap senior nggak bisa disuruh-suruh sesukanya. Termasuk Rossi segan kalee, perintah ini dan itu. Beda kalau yunior jauh dari Rossi apalagi level berbeda, bisa lebih mudah diberi tugas. Tentu juga mereka segan. Karenanya yang diincar Bradl Smith dan Jonas Folger, dua-duanya pengagum The Doctor. Miolo

BACA JUGA

Desakan Rossi Berhasil: Tester Yamaha Bukan Pria 37 Tahun Di Jepang, Tapi Yang Muda Berbasis Di Eropa

 

 

BAGIKAN