nhk

IRC Motocross Kuningan, Menaklukkan Ketinggian

 

MM – Sirkuit Pacuan kuda Cijoho, Kuningan mirip lagu anak-anak. Naik-naik ke puncak gunung. Tipikal geografis Kuningan di dataran tinggi bikin jebakan alam. “Mesin motor harus benar-benar fit, karena beda ketinggian butuh seting beda,” kata Wahyu Setiaji, mekanik Husqvarna MX Team. Saat kualifikasi kemarin, empat crosser tim ini kuasai trek sepanjang 1,2 km, Sabtu 14 April 2012.

Hampir semua motor SE masa kini (4-tak 250cc) sudah pakai injeksi. Cuma Yamaha YZF 250  yang masih setia pada karburator. Meski canggih, injektor menuntut mekanik punya alat seting. Pastikan injeksi campuran udara dan bahan bakar pas masuk ruang bakar. Kalau enggak punya injector diagnostic tools ya, enggak bisa memaksimalkan mesinnya. Manyun aje


Mesin mengalami gejala sama dengan pendaki gunung saat di tinggian. Udara memang terasa dingin, tapi ipis. Istilah tekniknya air density atau kepadatan udara menurun. Kalau bensin nggak disesuaikan, hasilnya motor ‘kebasahan’. Lemot alias lemes atas bawah. Rpm ogah teriak cepat. Namanya balap yang cepat yang menang. “Repotnya, rata-rata motor masih pakai injeksi model open loop. Jadi, motor tetap butuh penyesuaian AFR (air to fuel ratio),” kata mekanik kelahiran Kediri itu. Betul, udara dingin enaknya tanam strawberi, sayuran atau tendang selimut.

Beda lagi mesin 2 tak. “Harusnya tetap seting spuyer. Tetapi saya jarang lakukan untuk kelas 65 cc. Paling atur campuran oli sampingnya saja. Bisa dikurangi sampai 10 cc per liter bahan bakar,” kata Wito Donald, mekanik privateer. Rata-rata kelas ini anak-anak pemula yang memang belum sensitif soal perubahan seting mesin.

Oke, jurus menaklukkan alam nggak berhenti sampai situ. Kini giliran pembalap yang harus sesuaikan alam Indonesia. Ambil contoh dua bule Jerney Irt (Slovenia) dan Lewis Sewart (Australia). Mereka coba adaptasi tubuh ke iklim tropis lembab. Enggak perlu ganti kulit kayak bunglon. “Cukup atur pola makan dan latihan yang pas,” kata Jerney yang pegang pole position di IRC Motocross International Championship seri II.

Soal makanan dua bule ini menghindari makanan punya bumbu Nusantara. “Mending makan tawar, perut aman,” sambar Lewis. Beres penyesuaian makanan, giliran berikutnya soal menu latihan fisik. Sebenarnya enggak terlalu istimewa, 3 kali seminggu. “Bedanya, kami latihan mulai jam 10 pagi, saat terik matahari lagi kencang-kencangnya. Setelah itu langsung nge-gym, tanpa banyak istirahat,” lanjut Lewis. Sementara kebiasaan crosser tanah air lebih suka latihan sore hari yang lebih adem suhunya.

Kalau model begini, nggak di gunung, nggak di pantai ya pasti menang mulu..Sir… Kyai Pradah

BERITA TERKAIT:
 
IRC Motocross 2012, Klasemen Sementara
 
MX Kuningan, Sepi Peserta Pembibitan
Agi Atasi Serangan Husqvarna Di Kuningan
Husqvarna Bantai QTT Seri II IRC MX2
 
Juara SE85 Tahun Lalu, Ke Grade B
Hot Lap’s Pengelola Data IRC MotoX Int’ Championship 2012
Sirkuit AHRS Depok, Siap Kejurnas Motocross
Agi Agasi Pakai CR250F 2012
Launching IRC International Motocross Championship 2012
IMI Racing MX Pindah Ke AHRS
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 



BAGIKAN