nhk

IRS 2014 Sentul Seri-3: Rekor Di Bebek 125 Premium Manual Tech, 1 Menit 53 Detik

 

 

ManiakMotor – Sebelumnya tercatat kecepatan Bebek di Sentul Besar adalah 1 menit 54 detik. Tapi catatan itu dipatahkan saat ARRC Juni lalu oleh Gupita Kresna dari Kawasaki Rextor Manual Tech dengan 1’53.367. Di IRS 2014 seri 3 di tempat sama, lagi-lagi Kawak Edge yang pecah-pecahin rekor IRS.

Kendati belum bisa melewati rekor ARRC, tapi catatannya sudah luar biasa. Tetap 1 menit 53 detik. Tapi ini komanya 4 atau dibaca lengkap jadi 1’53,402. Catatan tersebut didapat Gupita ketika kualifikasi Sabtu, 23 Agustus. Lombanya berlangsung Minggu 24 Agustus, lalu baca terus ceritanya.   

Menurut Ibnu Sambodo, pawang motor tersebut, sejak 2010 ia tak banyak mengubah spesifikasi mesin. Kecuali 2013 adalah peralihan bahan bakar Pertamaxplus. “Salah satunya Pertamax, ya. Kompresi turun rpm jauh lebih tinggi di Sentul Besar. Tapi bukan itu sebab utama. Melainkan kualitas suku-cadang,” jelas Ibnu sembari menjelaskan sistem pengapian CDI Rextor memang ada generasi terbarunya tipe Pro Drag.

Kali ini, bisa saja Ibnu dapat kruk-as yang kuat mengayunkan torsi tanpa berubah sudut-sudut rotasinya di putaran tinggi. Atau bisa juga dapat silinder yang produksinya lebih presisi dibanding produksi masal yang lain. “Curiganya sih pada piston forging,” tambah Ibnu.

Dari semua time 30-an peserta Bebek 125 Premium Cup, catatan Gupita itu satu-satunya yang bisa 1 menit 53 detik. Karena itu, timnya pasang strategi untuk kabur sendirian. Pokoknya tidak seperti balap bebek di Sentul Besar yang selalu rombongan dan baru balap benaran satu lap terakhir.

Apalagi race Bebek 125 di IRS ini sempat dihentikan lantaran kecalakaan. Sisanya tinggal enam lap kesempatan untuk kabur.  Strategi itu di awal lap memang berhasil. Gupita setiap lap-nya  memperlebar jarak. Masuk lap ke-3, duarrrrrr… piston jebol, bol, bol.

Gupita lupa, Minggu 24 Agustus jam 14.00 angin Sentul sangat kencang. Jika ketemu motor kencang, jadinya saling tabok, eh maksudnya, hambatan angin sangat kuat. Beban motor tambah besar. Berbeda bila rombongan, masih bisa saling curi angin dan cari angin, mesin pun diangin-angin jadi dingin. “Bukan angin, sebelumnya saya curiga pada piston forging-nya. Di sisi lain bikin kencang, tapi riskan,” kata Ibnu dengan santainya lantaran sebelumnya andalannya Supersports 600 sudah podium pertama.

Oooo. Ito

BACA JUGA

Hasil IRS Sentul, Bogor, Jabar, 23 – 24 Agustus 2014

IRS 2014 Sentul Seri 3; Ninja 600 Yudhistira Kuat Race-1, Ditempel CBR600 Dimas

IRS 2014 Sentul Seri 3; Gengsi Tiga Pabrikan Di Supersports 600

IRS 2014 Sentul Seri-3: Greentech Sehelm-Helmnya Ijo

 

 

BAGIKAN