nhk

IRS 2014 Seri 5 Sentul 250 cc: Ninja Mono Greentech Laju, Juara CBR250 Dari Dunia Motor

 

 

 

ManiakMotor – Lomba kejurnas sport 250 cc menarik pada Minggu 2 November di Sentul besar dalam rangka seri penutup IRS 2014. Muncul Kawasaki Ninja Mono milik Kawasaki Greentech Riau yang mampu pegang ekor CBR250R digeber Dwi Satria dari Honda Dunia Motor. Sedang CBR250R milik Astra Racing Team (ART) yang tiba-tiba ikut di seri terakhir IRS ini gagal finish yang diperkirakan disengaja.

Asyik ditonton lantaran si Satria khatam bermain di Sentul Besar. Sedang joki Mono 250 RR bukan oembalap sembarangan, dialah Shu Sato dari Jepang. Sato tiga tahun ini aktif di IRS terutama di supersports 600 sama dengan Satria. Begitu keduanya pegang kapasitas lebih kecil, tuh motor seperti mainan di tangan mereka. Saling overtake tapi dengan keterampilan yang taktis, rapi dan bersih.

Ninja Mono RR yang mengandalkan ECU Vortex, katanya programnya telah dikuasai para teknisinya. Juga sokbreker Ohlins sudah ditangani para insinyur Ohlins Indonesia.

“Makanya QTT di Sabtu bisa kedua hanya kalah dari CBR milik ART. Tahun depan saya rasa akan lebih laju lagi, karena baru seri ini ketemu mapping engine dari Vortex,” jelas Henry Suwandy, bos Greentech dengan tutur kata empuk petanda dia keluar dana membangun Ninja Mono sudah boleh diikmati lajunya, walau yang merasakan pembalapnya. Henry hanya merasakan keluar dana.

Satria sendiri saat QTT kena sanksi harus start dari belakang. Untung saja dari belakang hanya 10 peserta. Satria di seri terakhir ini pun sudah unggul 19 point dari lawan keduanya di kejurnas 250.

“Sebenarnya saya tinggal main santai. Berhubung dapat perlawanan dari Sato, ya saya layani,” kata Satria yang meminta ECU ARacer disetel aman karena tujuannya untuk menjaga point. Hasilnya ia juara kejurnas 250 cc 2914. 

Sementara itu, CBR250R milik ART yang larinya macam angin, menurut para pengamat di pinggir sirkuit sudah tak masuk akal. Bisa jadi, CBR250 ini turun dengan menggunakan regulasi 2013, mengingat motor itu sejak diistirahatkan usai juara tahun lalu, tak diapa-apain dan langsung ditest di seri penutup 2014. “Ah ini kan test. Sayang setrum aki drop saat lomba. Elektronik pada ECU sudah tak bekerja,” kata Wawan Hermawan yang di QTT mencetak 1 menit 43 detik sekian-sekian sementara lawan-lawannya paling cepat 1 menit 47 detik.

Regulasi tahun ini wajib menggunakan klep standar bawaan motor yang beda dengan tahun lalu agak dilonggarkan diameternya.  Ya karena para juara akan diperiksa teknik saat finish, maka CBR250 digeber Wawan itu  tak perlu sampai finish, hehe. Kan kalau finish sudah menunggu lawan-lawannya untuk minta dibongkar. “Bukan masalah itu. Namanya test kan ada-ada saja persoalan, masih mau diperiksa nih penyebab dropnya setrum,” singkat Bennyjati Utomo, pentolan ART.

Begitu sodara-sodara. Rzk/Miolo

BACA JUGA

Klasemen Akhir; Total Poin (Standing Point) IRS 2014

Hasil IRS Seri-5 Sentul, Bogor, 1 – 2 November 2014

IRS 2014 Seri 5 Sentul: Gupita Dan Irwan Bagi Jatah DI Underbone

IRS 2014 Seri 5 Sentul: Masing-Maisng Merayakan Juara Total Seri, Jenjang Yang Benar

BAGIKAN