nhk

IRS 2015 Jelang Seri 2 Sentul; IRS Tetap Jalan Terus, Peserta Tak Peduli Status

ManiakMotor – IRS selama ini penyuplai pembalap Indonesia ke internasional. Coba lihat yang berjaya di ARRC seri pertama 2015 baru lalu adalah mereka lulusan IRS.  Tapi kok, status kejurnas IRS malah dianulir oleh PP IMI lewat sura no 219/IMI/OLRG/IV/2015. Toh, peserta tetap cuek bebek tuh, mereka tetap ikut seri 2 yang berlangsung 25 – 26 April 2015. Maklum nggak ada status kejurnas pun, IRS adalah IRS.

Yang tanda tangan surat tersebut Frans Tanujaya selaku Kabid Olahraga Sepeda Motor PP IMI. Dia punya jawabannya yang bila dibaca serius  ada agenda tersembunyi.  “Surat itu hanya pemberitahuan pada komunitas, pengprov dan ATPM sebagai asosiasi manufaktur di IMI. Bahwa event IRS itu statusnya club event,” bilang Frans yang hadir ARRC seri pertama dan mudah-mudahan dia lihat fakta di ARRC yang berprestasi mereka lulusan IRS. Itu kalau dia lihat…

“Status kejurnas itu adanya di PP IMI yang pelaksanaannya didelegasikan pada Pengprov atau anggota asosiasi promotor di IMI. Promotor IRS  pada 2014 mengajukan penyelenggaraan kejurnas sport 250 cc dan 600 cc. Tahun ini mereka tidak mengajukan hal tersebut pada PP IMI. Itulah kesalahan IndoSpeed sebagai penyelenggara, jadinya mereka hanya club event,” kata Frans sembari cerita akan bikin IndoPrix di Sentul Besar dan dua kelas 250 cc dan 600 akan dimasukkan ke IP. Ooooo begitu toh.

Menyoal status ini, Ibnu Sambodo pawang Kawasaki Manual Tech KYT Rextor menanggapai ‘dingin’, “Status tak jadi masalah. Terpenting  bisa terus menambah jam terbang pada spek motor sport. Capaian Yudhistira seri 1 lalu di ARRC tak lepas dari skill level up yang didapat dari IRS. Jadi status kejurnas di IRS nggak masalah, yang penting kan masih di Sentul Besar,” ujar Pak De – sapaan akrab begawan 4 tak itu.

Beda lagi dengan Hendry Suwandy dari Kawasaki Greentech Riau. Timnya tetap ikut di seri 2 dan seterusnya, namun doski sudah mencurigai ada agenda lain dengan dihapuskannya status kejurnas di IRS. “Lagian bila event sudah jalan, surat jangan muncul di tengah penyelenggaraan. Kan seri pertama sudah berlangsung, seharusnya kan baru diperbaiki tahun berikutnya. Dari sini saja sudah keliru tuh surat,” kesal Henry yang percaya IRS tetap sebagai tolok ukur motor sport karena sifatnya terbuka diikuti semua merek.

Seperti yang pernah diceritakan Bambang Gunardi dari IndoSpeed sebegai penyelenggara IRS. Dia tak peduli status kejurnas di IRS dicabut. Itu diceritakan Bambang dua tahun lalu saat menangkis isu kejurnas di IRS akan dicabut. Sebab, “IRS kan telah terbentuk sebuah event yang khas. Nggak ada status pun kan bisa jalan dengan nama  IRS,” jelas Bambang ketika itu.

Benar, yang penting hasilnya. Eh sayang, kabar terakhir Jumat 24 April di Sentul Besar, IRS nggak dapat rekomendasi dari PP IMI. “Nih pembalap lagi pada protes. Semua permintaan PP IMI sudah dituruti, tapi rekomendasi dari mereka juga nggak keluar. Kalau IRS sih maunya jalan terus, ada status atau pun tidak,” jelas Eko Ryanto dari IndoSpeed penyelenggara IRS dari Sentul Besar yang Jumat ini biasanya diisi sesi latihan. Ardel

BACA JUGA

IRS 2015: Surat Heboh Dari PP IMI Menghapus Kejurnas 250 cc Dan Supersports

IRS 2015: FDR Tetap Hadir Bro

IRS 2015 Kejurnas Sport 250 CC: Dirajai Ninja Mono Greentech

IRS 2015 Sentul Seri 1 Race-2: Yudhistira Malah Cabut Sebelum Lomba, Juaranya Andi

 

 

 

BAGIKAN