nhk

IRS 2016 Sentul (Seri 4) Honda Ultraspeed Proliner, Rahasia Juara Umum OMR CBR150 (Febriansyah)!

Tim Ultra Speed Team IRS 2016
Pasukan Ultra Speed Proliner RCB

 

ManiakMotor – Tim besutan Freddy  Gautama ini selalu gemilang di IndoSpeed Race Series (IRS). Di IRS seri-4 (8-9/10-2016) kemarin di Sentul Besar dan  utamanya di  OMR CBR 150 dan 250, waw seng ada lawan, bah. Mantap punya… ya teruskan, maksudnya trus ceritanya.

Freddy Gautama
Tahu dong yang mana Freddy Gautama

Di seri 4  OMR CBR 150 lewat rider M. Febrinsyah sudah mengunci gelar juara umum, walau masih ada satu seri lagi. “Kans runner up juara umum pun masih terbuka. Itu bila Fariz Ibrahim finish kedua di seri final nanti,” ujar Freddy seraya menegaskan bahwa tim yang dikawalnya baru dua seri ini mulai melakukan riset, karena dapat dari sponsor Proliner cs, hehe. Proliner itu, adalah knalpot.

Mantap! Eit, di CBR Dream Cup 250R seri kemarin juga podium ketiga dengan M. Febrinasyah. Lalu, apa rahasia sukses tim menjagokan Sandy Tan (mekanik), Leon Candra (tuner ECU) dan Andy Lim (manager) tersebut. Kalau soal melek teknologi jangan ditanya deh. Apalagi ECU aRacer-nya, hehe.

ECU aRacer RC2 dan RC1
ECU aRacer RC2 dan RC1

Makanya selalu disebut  salah satunya keunciannya keunggulan ECU aRacer RC miniplus 2 (150) dan RC1 (250). Maklum, tim Ultra Speed ini sekaligus distributor ECU aRacer yang saat ini menyebar di semua tim balap motor papan atas. Ya begitu kelihatannya. “Settingan RC Miniplus2  sangat mudah.  Tinggal ketelitian pemetaannya (mapping).  Itu lantaran spek OMR kurang lebih sama dengan spek harian,” sebut Freddy yang mengklaim semua juara IRS di luar Honda menggunakan aRacer. Berarti one make race aRacer dong…

Bagi yang punya CBR harian datang saja tuh Ultra Speed, minta disetting ECU-nya. Syaratnya beli dulu aRacer-nya. Sebab OMR CBR150 itu  hanya boleh dial camshaft dan naik kompresi, ya persis harian. Jadi, tinggal plus minus pada setiap rpm, limiter juga dapat diubah dan itu jadi tugas para penyetel ECU-nya. Mereka bisa buat daya tahan alias kestabilan ECU-nya walau mesinnya digeber terus sepanjang lap.

Beda lagi dengan ECU aRacer RC1. Yang ini butuh otak untuk fitur-fiturnya, “RC1 memang sudah pakai jurus expert tuning, bisa explore semua fitur-fiturnya. Mulai dari deacceleration, limiter dan sebagainyanya,” sambung Leon Candra yang pegang-pegang lap top terus! Ardel

BACA JUGA

Hasil IRS Sentul (Seri 4), Bogor, Jabar 8 – 9 Oktober 2016

BAGIKAN