nhk

FDR IRS 2017 Sentul (Seri 2): Kuncian YZF-R25 Rey Atasi CBR250RR. Kombinasi Aki WR dan Traxx-D!

Yamaha R35 Rey IRS
Rey Ratukore (222)

 

ManiakMotor – Sebenarnya sih ada tiga  Yamaha YZF-R25 yang boleh mengatasi Honda CBR250RR HRC, eh AHRT di IRS ronde dua. Pada event Minggu 20 Mei 21 Mei 2017 di Sentul Besar itu, ketiganya menggunakan WR Supper Battery dan sokbreker Traxx-D. Ketiganya atas rekayasa tim TJM, sebenarnya. Di sana ada YZF-R25 Galang Hendra, Imanuel Pratna dan Rey Ratukore.

Seperti ini akinya

Tapi Galang punya masalah sendiri alias jatuh di race 1 dan start dari grid ke-26 di race-2. Itu pun, Galang yang cetak rekor saat QTT di race-2 boleh berada di rombongkan depan. Lalu si Pratna yang baru sembuh dari cidera tangan didapat dari ARRC. Jadinya hanya R25 si Rey yang membela WR Super Battery Yamaha TJM Racetech Laturama yang lolos dari gempuran CBR250R.

Bertarung dengan spek IRS melawan CBR250RR yang diakui ‘ngotot’ spek ARRC. Walau terlihat – hanya terlihat ya – saat dibongkar kem sudah pada gendut. Namu sekalu lagi, bawaan standar CBR250RR udah beda. Kan biasa motor diproduksi terakhir pada line up sama beda merek, selalu lebih unggul dari lawan yang produksi sebelumnya. Dibikin atas kelemahan yang sudah ada.

Leon dan Rey

“Di regulasi IRS  klep wajib standart bawaan pabrik.  Diameter klep CBR250RR lebih besar 1,5 mm, pengaruhnya sangat besar.  Imbang dengan camshaft custom yang merekayasa buka-tutup klep.  Angka buka tutupnya nggak usah rinci dengan noken BRT dimodif ulang. Overlap ibuat lebih kecil 2,5 mm. Lalu dikunci dari mapping aRacer,” buka Leon Candra, tuner yang pegang R25 tim milik Rudyanto Wijaya itu.

Dengan kelebihan CBR250RR bersama ECU HRC,  R25 bernomor start 222 ini tak hanya sukses meredam laju CBR250RR juara Asia. Tapi memang punya sesuatu yang spesial selain dari sisi mekanikal seperti yang diungkap di atas. “Mekanikal juga harus ditunjang elektrikal. Kebutuhan arus ke ECU harus stabil pada tiap putaran. Motor Rey pakai bakai aki WR Super Battery tipe WRM9S. Sebenarnya, aki ini buat moge R1/R6. Nilai CCA-nya lebih besar yakni 255,”sebut Leon yang engineering jebolan Universitas Oztrali itu.

Nah yang paling kanan itu bos WR

Oh ya, CCA atau Cold Cranking Amps adalah kemampuan aki untuk menghasilkan arus yang kuat setiap dibutuhkan. Diandaikan walau sudah sampai dingin tak digunakan, ampere-nya tetap besar mengirim kebutuhan. “Jadi istilah gampangnya ECU minta listrik selalu standby karena daya tampung akinya besar. Makin besar, makin menunjang performa. Terlebih untuk ECU aRacer butuh supply voltage yang besar sebab seperti sensor AFR-nya terusmenerus (real time) membaca. Jadi tergantung kebutuhan listrik tiap motor,” timpal Rudy seraya tegaskan untuk kebutuhan arus 30A pun doi sedia aki-nya.

Lalu, selain ditunjang performa aki. R25 Rey juga dibekali suspensi Traxx-D (belakang). “Awal develop Traxx-D saya sudah ikut kerjasama untuk develop dan hasilnya luar biasa,” komentar Rey yang walau berlogat Jakarta tetap keluar intonasi asli Kupang NTT.

Luar biasa yang dimaksud terkait dengan performa peredam kejut produk Amerika itu. “Power motor Rey dikisaran 43,4 HP, lajunya tetap stabil melibas tikungan. Power motor tetap optimal ditikungan, keluarnya pun cepat,” nilai Leon yang ngomong begitu atas data yang terekam di Q-starz yakni sebuah piranti yang mampu membaca kecepatan motor di setiap sektor.

Mantap! Nah, untuk brosist yang ingin tahu banyak tentang aki WR Super Battery bisa hubungi  085946463366 (Firman) dan untuk sok Traxx-D kontak Malik TJM di 0813 8130 0476 atau 0818 876 576 atau PIN BBM : 296CF8C6. Lha kok jadi iklan… ya maklumlah. Ardel

BACA JUGA

Hasil IRS Sentul Seri 2, Bogor, Jabar 20 – 21 Mei 2017