nhk

IRS 2017 Seri 1 (Jelang): R25 GDT 44.7 Hp, CBR250RR Mlethiz 39.5 Hp Di Dyno Yang Sama!

CBR250RR Mlethiz
Mlethiz sedang berusaha tingkatkan HP CBR250RR

ManiakMotor – Seri pertama Kejurnas IRS (Indospeed Race Series) bisa digambarkan duel dua juru korek papan atas Honda dan Yamaha. Itu sesuai data tahun lalu, di sana ada Haris Shakti Wibowo alias Mlethiz MBKW2 dan Widya Krida Laksana akrab disapa GDT.

Mlethiz wakil Honda dan GDT dari Yamaha. GDT kawal Yamaha Bahtera, Mlethiz back up Honda Trijaya. Tahun lalu, GDT boleh mengilik motor Syahrul Amin double winner di sport 150 cc dan 250 cc. Nah, dengar-dengar tahun ini Honda makin serius. Wah bukannya sebelum-sebelumnya juga serius?.

Maksudnya persaingan musim ini, bikin gairah Honda di sport 250 cc pakai Honda CBR250RR yang promosinya sedang gencar. Sebelumnya dengan CBR250R speknya dianggap kesulitan. Perubahan regulasi di 250 bikin lebih menarik dengan piston dan magnet standart. “Keterbatasan part racing jadi kendala di seri awal ini. Ini kita baru main di knalpot,” bilang Mlethiz.

Biasa, motor baru seperti CBR250RR minim referensi korekan dan suku cadang balap. Apalagi cerita elektronik semacam ECU gitu, karena motor ini serentak dikeluarkan di dunia. “Memang ada kerjasama dengan GDT dan Mlethiz. Kita coba fasilitasi riset mereka dengan alat uji dyno sendiri,” ujar Tris Wahyudi alias Nto-Nto owner Creampie saat portal ini mampir ke markasnya dan ketemu Mletiz dan GDT.

Gimana hasilnya? “Horse power tertinggi milik R25 Syahrul Amin dan Rafid Topan di 44,7 Hp tapi beda koma belakang, masih besar milik Amin. Kalo punya Willy Hammer masih di 43,8 Hp,” beber GDT yang optimis bisa tembus 46 Hp dengan regulasi yang beda ini. Lalu bagaimana dengan CBR250 RR Mlethiz, “Masih di 39,5 Hp, ini tahap awal,” kalem Mlethiz.

Tapi waspada juga dengan sosok Ultra Speed loh. Mereka punya mekanik si Kupret yang didukung sdm elektronik. Kan di situ aRacer Indonesia muncul. Ardel

BAGIKAN