nhk

IRS FDR 2017 Sentul (Seri 1); Flow Banch YZFR 15 Gupito Kresna (Yamaha Borneo)

IRS seri 1 2017 150 Gupito
Gupita Kresna

ManiakMotor – Jam terbang dan skill Gupito Kresna tak perlu ditanya deh. Dua tahun berturut juara underbone ARRC. Setahun – bukan dua tahun – seperti berita sebelumnya main AP250 di ARRC bersama Kawasaki Manual Tech. “IRS tahun ini hanya ikut 150. Optimis bersaing di  depan dengan rider-rider muda. Semoga konsisten,” ujar Gupito yang dua race ronde pertama IRS FDR Kejurnas Sport 150 cc 2017 pada 18 – 19 Maret boleh podium kedua dengan Yamaha YZF15.

Yamaha Borneo

Seperti cerita kemarin dengan motor rombongan, pasti ada kelebihan pada YZFR15 Gupito milik Yamaha Borneo Racing itu. Podium dari dari 40 starter yang semua berstatus seeded, tidaklah mudah. Sebab speksifikasi yang dimiliki Gupito juga banyak dimiliki peserta lain. Yang ada harus membedakan motornya.

Ternyata ada Bima Aditya yang tak lain kakak kandung Gupito sendiri. Bima ini mantan rider nasional yang punya kapasitas sebagai mekanik. Dia satu angkatan  dengan Hendriansyah. Pensiun jadi pembalap road race, terdengar menggarap motor karapan alias drag bike yang pernah tenar dengan FU200-nya.

Di road race jarang terdengar di Jawa. Tahun lalu fokus ke MotorPrix region Kalimantan. Di sana runner up (MP1) dan ketiga di MP2 dengan joki Alfian R. “Basis mesin digali dari MX King. Tinggal penyesuaian seperti mapping dan power band untuk R15. Di Sentul power band digeser ke atas sesuai sirkuitnya yang panjang, 9000 – 14.200 rpm,” buka Bima seraya bilang  power R15-nya tembus di 30 Hp-an.

Ancaman ramuan ‘Kuku Bima’ ini secara sportif diakui Haris Shakti Wibowo alias Mlethiz. Usut punya usut, Bima tak hanya bermodal ilmu mekanikal dan wawasan injeksi. Juga didukung  sarana riset memadai seperti dyno test dan flow bench. Sstt… infonya alat itu sendiri dengan nilai investasi yang tak murah, kisaran Rp 350 juta-an.

Flow bench adalah teknologi simulasi udara untuk mengukur aliran gas yang masuk ke ruang bakar. Mantap! “CFMnya masih dikisaran 30 m3/menit, ada rencana mau ditingkatkan lagi tapi mesti dihitung kekuatan material piston. Apalagi piston speednya memang tingg di 27,2 m/s,” beber Bima yang masih pakai girboks dengan gigi 3 dan 4 rasio bawaan pabrik.

Alhasil, tak hanya Gupito, Alfian R, juga bisa ikut memberikan ancaman serius, race 2 finish keempat, “Ini kali pertama main di Sentul, race 1 udah posisi keenam tapi sayang jatuh,” kata Alfian.

Bima kasih warning, tenaga R15 Alfian lebih besar dibanding punya Gupito. Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Banjernegara, Jateng 19 Maret 2017

BAGIKAN