nhk

IRS FDR Sentul 2017 (250 cc): Ramai Soal Ban, Pilih Safety atau Prestasi?

IRS, SOAL BAN, SENTUL

ManiakMotor – Masalah ban jadi ‘dilema’ di kelas sport 250  seri 1 kejurnas IRS (Indopseed Race Series) 2017 yang berlangsung  di Sentul International Circuit (SIC), Bogor, Jabar (18019/3).  Penyellenggara mewajibkan peserta pakai ban satu merek Dunlop Sportmax Alpa 13, dibeli dari panitia dengan banderol Rp. 2,5 juta/set dan diberi tanda (marking) sebagai wajib pakai.

”Masing-masing motor hanya boleh pakai 2 set dan diberi tanda. Jadi total untuk dua race, kualifikasi dan latihan dengan dua set ban tadi. Dalam hitungan saya, tiga set cukup jika mengacu seperti di Asia yang maksimal 3 set. Jadi, 1 set untuk 35-40 lap

Risiko kecelakaaan sangat besar saat kondisi trek licin

dengan ban yang merek dan tipe yang sama dengan IRS. Biasanya, FP1-FP2 1 set, QTT dan race satu 1 set, warm up  dan race dua 1 set,” bilang Wahyu Rusmayadi dari divisi motorsport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Point pentingnya, lanjut Wahyu bukan pada maksimal dua set dengan ban satu merek. Tapi, tak tersedianya ban tipe basah, padahal itu menyangkut safety. Seperti di Asia disediakan tipe basah dan kering.

Wahyu mengambil contoh kondisi trek, kemarin, terutama saat FP dan kualifikasi lebih aman dengan ban basah. Ada beberapa titik seperti di R1 ada genangan air dan ia sudah coba mengkomunikasikan dengan panitia.

Benar saja, insiden yang dialami Deden Janoer (Yamaha Akai Jaya MBKW2) di sesi latihan menurut Andi Akai owner tim dipicu soal ban. ”Kita coba ganti ban basah dengan tipe dan merek yang sama, nggak boleh dengan alasan ban yang dipakai bukan dari panitia yang sudah dimarking,” kesal Andi Akai. Masih beruntung di race 1 kondisi trek dibeberapa titik mulai mengering. Race 2?, ”You tahu sendiri gimana cuaca Sentul saat ini,”kata Andi Akai lagi.

Jadi pilih safety atau prestasi? Ardel

BACA JUGA

Hasil Seri 1 IRS Sentul, Indonesia 18 – 19 Maret 2017

      

BAGIKAN