nhk

IRS FDR Sentul 2017; Rahasia Korekan R25 Topan-Willy Vs El! Korekan CBR250RR?

IRS seri 1 2017 250 Race-1

ManiakMotor – CBR250RR di hari pertama melakukan perlawanan. Hari kedua malah lebih konsisten dari R25 dan Ninja 250Fi. Itu terjadi saat testing ARRC di Johor, Malaysia yang dua hari kemudian ada seri pertama IRS Sentul 2017. Andai teknologi dan terutama ECU-nya yang disebut-sebut rancangan HRC dibawa ke IRS bersama joki-jokinya, niscaya langsung podium. Kemungkinan!

Podium masih Yamaha semua

Cerita itu lupakan saja, karena Honda masih ‘simpan pukulan’. Mereka untuk sementara  melarang CBR250RR di tim-tim bayaran (dibayar pakai duit) oleh AHM untuk berpartisipasi di kejurnas sport seri perdana tersebut. Faktanya  di dua race kejurnas 250 cc pada 18 – 19 Maret di Sentul International Circuit, Bogor, Jabar, tetap Yamaha R25 yang menguasai podium. Dan yang naik podium mempertontonkan ketangkasan kelas seeded untuk ukuran Indonesia mengebut dengan mesin seperempat liter.

Lebih lagi race 2 yang berlangsung di lintasan kering. Tiga rider podium diisi Rafid Topan Sucipto, Wilman Hammer dam Imanuel Putra Pratna, dari awal lap sampai finish (10 lap), memesona. Topan yang punya pengalaman di Moto2, berulang-ulang saling telikung dengan Imanuel yang punya jam terbang AP250 di ARRC. Diisi pula oleh Hammer yang mantan pembalap ATC angkatan pertama, tapi sekarang sudah di Yamaha.

Rudyanto dari tim WR Super Battery KYT RJL Team yang dibela Imanuel membeberkan isi mesin dan target pembalapnya. Katanya, R25 yang digunakan Imanuel murni pakai regulasi ARRC AP250. “Yang bikin kencang sebenarnya aki WR-nya. Setrumnya stabil dikirim ke ECU aRacer, hehe. Maksudnya, regulasi AP 250 ARRC pakai rasio standar. Jadi, El (Imanuel) yang wajib membawanya konstan. Nggak boleh salah rpm dalam perpindahan gigi. Keliru sikit akan kalah laju dengan yang pakai gigi rasio racing,” sebut Rudy yang puas pembalapnya ketiga.

Topan yang terlihat mendikte permainan motornya juga asyik. Tenaga R25 keluar tikungan masih lebih nyambung dari pada R25 si El. Oh iya, R25 Topan pakai rasio racing. “Ooo… itu karena knalpot. Kem juga mendukung dengan sudut LSA 108 derajat. Pakai derajat ini, tenaga cepat keluar dengan perbandingan kompresi 12,4:1,” jelas Widya Krida Laksana alias RDT Gendut GDT Racing.

Si GDT ini juga mengorek mesinnya si Willy. Katanya, yang diceritakan itu hampir sama speknya antara Topan dan Willy. Hanya beda setelan ECU aRacer sesuai karakter jokinya. Eh juga beda tim yang satu Yamaha Bahtera NHK dan satunya Yamaha Safina yang dananya dari satu sumber. Ardel

BACA JUGA

Hasil Seri 1 IRS Sentul, Indonesia 18 – 19 Maret 2017

BAGIKAN